Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Buka Praktik Perawatan Gigi Ilegal, 4 Tenaga Kerja Indonesia Diciduk Aparat Hong Kong Dan Terancam Pasal Berlapis

SABTU, 17 APRIL 2021 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aparat keamanan Hong Kong menangkap empat orang warga negara Indonesia yang beprofesi sebagai pekerja rumah tangga, setelah kedapatan menawarkan layanan perawatan gigi meskipun tidak memiliki pelatihan.

Pihak berwenang mengungkapkan pada hari Jumat (16/4) waktu setempat, keempat pekerja itu rata-rata berusia 31 hingga 35 tahun, menyewa kamar di wisma pada hari libur mingguan atau hari libur khusus untuk memberikan layanan perawatan gigi bagi rekan senegara mereka.

Menurut penyelidikan awal yang dilakukan oleh Departemen Imigrasi, tidak ada dari mereka yang pernah mendapatkan pelatihan gigi formal dan mereka bukan dokter gigi terdaftar di kota tersebut.


Para pejabat mengatakan majikan kontrak mereka tidak mengetahui praktik gigi tidak berizin tersebut. Kuartet tersebut ditahan karena melanggar ketentuan tinggal mereka.

"Pembantu yang ditangkap telah melanggar syarat tinggal mereka," kata juru bicara departemen, seperti dikutip dari SCMP, Sabtu (17/4).

“Selain itu, praktik kedokteran gigi tanpa registrasi juga akan sangat mengancam kesehatan dan kehidupan warga Hong Kong dan kemungkinan besar akan meningkatkan risiko penyebaran epidemi. Situasinya benar-benar tidak bisa diterima," lanjutnya.

Pihak berwenang kemudian menyita kartu nama dan buku rekening ketika mereka menangkap kelompok tersebut di alamat kontrak masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

Departemen tersebut mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dan tidak menampik kemungkinan masih ada teesangka lain yang akan ditangkap.

Undang-undang menyatakan bahwa pekerja rumah tangga hanya boleh melakukan tugas yang ditentukan dalam kontrak mereka di rumah majikan. Mereka juga tidak boleh mengambil pekerjaan lain.

Berdasarkan Undang-undang Imigrasi, hukuman bagi yang melanggar syarat tinggal adalah denda 50.000 dolar HK (6.435 dolar AS) dan dua tahun penjara.

Sementara, berdasarkan Undang-undang Pendaftaran Dokter Gigi, hukuman untuk berpura-pura menjadi atau mengambil atau menggunakan nama atau gelar dokter gigi adalah denda 100.000 dolar HK dan tiga tahun di balik jeruji besi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya