Berita

Menteri Pertanian Chen Chi-chung/Net

Dunia

Dijangkiti Penyakit Kulit Akibat Virus, Taiwan Musnahkan Delapan Sapi Potong Di Peternakan New Taipei

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dewan Pertanian (COA) Taiwan, mengumumkan kasus pertama infeksi penyakit kulit Lumpy, atau Lumpy skin disease (LSD) pada sapi potong di sebuah peternakan di Distrik Linkou New Taipei pada Kamis (15/4) waktu setempat.

Menurut laporan, personel perlindungan hewan New Taipei menemukan delapan dari 130 sapi yang dipelihara di peternakan tersebut mengalami demam dan nodul (benjolan) di kulit mereka.

Tes PCR oleh COA Animal Health Research Institute menggunakan sampel darah yang diambil dari tiga dari delapan sapi menunjukkan bahwa mereka tertular penyakit yang disebabkan oleh virus capripox.


Delapan sapi itu kemudian dimusnahkan, dikremasi, dan dikuburkan di tempat, dengan pembatasan diberlakukan pada pergerakan di dekat peternakan, seperti dikutip dari Taiwan News, Jumat (16/4).

Penyakit kulit menggumpal adalah penyakit ternak yang menular, meletus, dan fatal yang ditandai dengan bintil-bintil pada kulit dan bagian tubuh lainnya. Infeksi bakteri sekunder seringkali memperburuk kondisi.

Pada Kamis sore, sekuensing genom yang dilakukan oleh institut tersebut menetapkan bahwa virus yang ada dalam darah sapi Linkou adalah 100 persen cocok dengan yang ditemukan pada sapi di pulau terpencil Kinmen pada tahun 2020 dan kasus serupa di China pada tahun 2019.

Taiwan akan melaporkan kasus tersebut dan hasil tes terkait ke Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan.

Kamis malam, Menteri Pertanian Chen Chi-chung, mengatakan virus itu bisa menyebar dari Kinmen atau China ke Taiwan.

"Dalam upaya untuk mencegah penularan penyakit, yang bahkan lebih membahayakan sapi perah, semua sapi di New Taipei akan divaksinasi pada hari Jumat, dan mereka yang berada di daerah lain di utara Kabupaten Miaoli akan divaksinasi dalam waktu tiga hari," katanya.

Taiwan memiliki sekitar 35.000 sapi potong di 1.197 peternakan nasional dengan nilai produksi 2,5 miliar dolar Taiwan baru (88,21 juta dolar AS) per tahun, menurut Chen.

Sementara itu, ada 120.000 ekor sapi perah di 560 peternakan di seluruh negeri dengan nilai produksi tahunan 11,5 miliar dolar Taiwan baru, ujarnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya