Berita

Perdana Menteri Italia Mario Draghi /Net

Dunia

Buntut 'Skandal Kursi': UE-Turki Memanas, Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tensi tegang antara Uni Eropa dan pemerintah Turki diperkirakan akan kembali meningkat, setelah Perdana Menteri Italia Mario Draghi menggambarkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang diktator.

Pernyataan tersebut disampaikan Draghi pada konferensi pers hari Kamis (8/4) ketika ia ditanya tentang perselisihan diplomatik mengenai pengaturan tempat duduk selama pertemuan antara Erdogan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang kemudian disebut sebagai insiden 'sofagate' atau skandal kursi.

"Saya sangat menyesal atas penghinaan yang dialami oleh presiden komisi itu, mari kita panggil mereka apa adanya, diktator, tetapi dengan siapa kita perlu bekerja sama," kata Draghi kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (9/4).


Erdogan mendapat banyak kritik setelah viralnya gambar yang menunjukkan von der Leyen yang tidak disediakan tempat duduk selama pertemuan mereka di Ankara, yang juga dihadiri oleh Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Gambar resmi kemudian menunjukkan dia duduk di sofa di seberang Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Turki dan UE saling menyalahkan atas pengaturan tempat duduk selama pertemuan tersebut, yang dimaksudkan untuk menetapkan nada yang lebih positif dalam hubungan setelah pertengkaran selama berbulan-bulan.

Beberapa kelompok Parlemen Eropa menuntut penyelidikan tentang bagaimana von der Leyen dibiarkan berdiri sementara Michel duduk.

Peristiwa ini juga ikaitkan dengan spekulasi atas sikap Ankara terhadap perempuan, Uni Eropa, seksisme, dan perselisihan politik internal antara Turki danblok tersebut.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya