Berita

Presiden Hassan Rouhani/Net

Dunia

Babak Baru Kesepakatan Nuklir, Rouhani: Andai Washington Menunjukkan Kejujuran dan Ketulusannya

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertemuan Wina mengenai kelanjutan perjanjian nuklir Iran telah membuka 'babak baru' dalam upaya penyelamatan kesepakatan nuklir 2015.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (7/4) mengatakan hal itu dalam rapat kabinet pada Rabu (7/4).

"Sebuah babak baru baru saja dibuka kemarin," kata Rouhani, sekaligus menekankan bahwa Iran akan tetap pada pendiriannya.


"Andai (Washington) menunjukkan kejujuran dan ketulusannya..., itu saja yang kami minta. Saya pikir kami akan dapat bernegosiasi dalam waktu singkat, jika perlu, dengan (pihak lain dalam kesepakatan)," lanjut Rouhani seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (8/4).

Pembicaraan pada Selasa (6/4) di Wina adalah pertemuan tatap muka pertama di JCPOA sejak pemerintahan Biden berkuasa. Perwakilan Amerika hadir  untuk mengadakan pembicaraan dengan negara anggota P4 + 1.

Iran juga mengirimkan delegasinya, sebuah kemajuan di mana sebelunya Iran pernah pengatakan sudah tidak ada negosiasi lagi.

Perwakilan AS mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden siap untuk membatalkan keputusan pendahulunya Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian, termasuk menarik sanksinya kepada Iran.

Namun, penghalang masih saja ada. Muncul perdebatan terhadap mekanisme langkah tersebut karena Teheran menanggapi dengan menangguhkan kepatuhan terhadap beberapa kewajibannya sendiri berdasarkan kesepakatan.

Dalam pertemuan itu, Uni Eropa bertindak sebagai perantara , namun semua pihak memberikan penilaian positif terhadap pembicaraan pembukaan tersebut.

Pembicaraan akan dilanjutkan kembali pada Jumat. Delegasi AS akan berkumpul di hotel yang berbeda, dengan negosiator Uni Eropa kembali bertindak sebagai perantara.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya