Berita

Presiden Turki Erdogan bertemu dengan Presiden Dewan Eropa Michel dan Presiden Komisi Eropa von der Leyen di Ankara/Net

Dunia

Tiga Jam Bertemu Erdogan, Uni Eropa Siap Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Imigrasi

RABU, 07 APRIL 2021 | 10:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan resmi dua pejabat tinggi Uni Eropa di Ankara pada Selasa (6/4) waktu setempat. Dua pejabat tinggi tersebut adalah kepala Dewan Uni Eropa Charles Michel dan kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.

Pertemuan Erdogan dan kedua petinggi Uni Eropa itu terjadi di tengah tanda-tanda peningkatan hubungan antara Turki dan UE.

Anadolu Agency melaporkan, usai pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu, Michel mengatakan dalam konferensi pers bahwa Uni Eropa siap untuk menyajikan agenda konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan imigrasi, dan hubungan antar-masyarakat.


Dia menambahkan bahwa UE mengakui pentingnya hubungan strategis yang saling menguntungkan dan positif dengan Turki serta keamanan dan stabilitas di Mediterania Timur.

Sementara Leyen menekankan bahwa kunjungan itu dimaksudkan untuk memberikan dorongan bagi hubungan Turki-UE, menambahkan bahwa bidang kerja sama yang saling menguntungkan tercakup selama pertemuan mereka dengan Erdogan.

Memperhatikan bahwa Turki saat ini menampung 4 juta pengungsi, Leyen menggarisbawahi bahwa Brussel akan terus memberikan bantuan kepada mereka, serta negara tuan rumah mereka.

Merujuk pada hubungan ekonomi timbal balik yang intens dari kedua belah pihak, dia menunjukkan bahwa UE adalah mitra ekspor dan impor nomor satu Turki.

"Brussel dan Ankara akan terus menghadapi tantangan saat ini dalam menerapkan Serikat Pabean mereka dan akhirnya mulai bekerja memperbaruinya," kata Leyen mengacu pada kesepakatan perdagangan 1995 antara Turki dan blok itu.

Leyen mengatakan pertemuan dengan Erdogan diadakan dalam suasana yang tulus dan menyuarakan niat untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Namun, dia mengatakan pihaknya masih dalam tahap awal dari upaya ini, menambahkan bahwa beberapa minggu dan bulan mendatang akan menunjukkan seberapa besar kemajuan yang mungkin dicapai.

Sependapat dengan Leyen tentang sifat hubungan multi-dimensi dan luas antara Turki dan UE, Michel mengatakan upaya untuk memperdalam kerja sama dengan Ankara di bidang ekonomi, imigrasi, dan hubungan antar-masyarakat akan berlanjut secara bertahap dan proporsional.

Dia juga menyatakan penghargaan atas upaya Turki untuk menampung pengungsi dan menggemakan kembali kata-kata Leyen bahwa UE harus terus memberikan bantuan kepada Turki dalam konteks ini.

Michel juga mencatat bahwa kekhawatiran UE tentang supremasi hukum di Turki telah disampaikan kepada Presiden Erdogan selama pertemuan tersebut.

Sebelum bertemu Erdogan, Ketua Dewan Uni Eropa itu juga telah melakukan pertemuan dengan duta besar AS untuk Turki pada Senin malam.

Menurut sumber UE yang berbicara tanpa menyebut nama, AS dan UE memiliki sejumlah kekhawatiran tetapi sama-sama sepenuhnya selaras pada kebutuhan akan lingkungan yang stabil dan aman di Mediterania Timur, dan tentang hubungan yang positif dan saling menguntungkan antara UE dan Turki.

"Washington dan Brussel sepakat bahwa terserah Turki untuk memanfaatkan peluang itu," kata sumber itu.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya