Berita

Menteri Kehakiman Bassam Talhouni/Net

Dunia

Dua Menteri Yordania Mengundurkan Diri Setelah Terlibat Kerumunan Di Tengah Pembatasan Covid-19

SENIN, 01 MARET 2021 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua pejabat tinggi di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman Yordania akhirnya mengundurkan diri setelah melanggar tindakan pembatasan virus corona yang berlaku di Kerajaan itu.

Pengunduran diri kedua menteri tersebut diterima oleh Raja Yordania Abdullah II pada Minggu (28/2) waktu setempat.

Pengunduran diri itu dilakukan setelah Perdana Menteri Bishr Al-Khasawneh meminta keduanya mengundurkan diri karena melanggar langkah-langkah pencegahan untuk memerangi pandemi.


Media lokal mengatakan, Samir Al-Mobaideen  dan Bassam Al-Talhouni terlihat menghadiri sebuah upacara yang dipenuhi tamu undangan yang melebihi jumlah maksimum yang diizinkan.

Menurut Pengadilan Kerajaan Yordania, Raja Abdullah kemudian menugaskan Menteri Administrasi Lokal Tawfiq Krishan untuk sementara ini mengelola Kementerian Dalam Negeri dan Sekretaris Negara Urusan Hukum Ahmed Ziyadat untuk menjalankan Kementerian Kehakiman.

Yordania telah memperkenalkan beberapa langkah selama beberapa bulan terakhir, yang bertujuan untuk menahan penyebaran Covid-19, termasuk jam malam parsial dan pertemuan lebih dari 20 orang.

Sejauh ini Jordan telah mengkonfirmasi 386.496 infeksi virus, termasuk 4.675 kematian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya