Berita

Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua/Ist

Pertahanan

Tanpa Alasan Jelas, KKB Papua Tembak Warga Sipil Dari Jarak 2 Meter

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 17:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi kekerasan kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Kali ini mereka menembak seorang warga sipil, Ramli (32) di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (8/2).

Korban penembakan merupakan warga pendatang asal Makassar, yang sehari-hari berdagang di kampung Bilorai.

Menurut keterangan istri korban, Musdalifah (26), suaminya ditembak dari jarak 2 meter menggunakan pistol dan tepat mengenai pipi serta tembus ke bahu saat berjualan di warungnya sekitar pukul 17.10 WIT. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Dia juga mengatakan, korban selamat dan kondisinya kini sudah stabil.

“Direncanakan hari ini, Selasa (9/2), korban akan dievakuasi menggunakan pesawat dari Bandara Bilorai menuju rumah sakit di Timika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujar Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (9/2).

Hingga saat ini masih belum diketahui identitas dan motif pelaku penembakan. Terlebih lagi, korban tidak mengenal pelaku yang saat itu seolah hendak membeli di warungnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menduga pelaku terkait erat dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.

“Nanti akan didalami oleh rekan Polri untuk proses selanjutnya. Kejadian ini menambah panjang rentetan aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Intan Jaya,” ungkapnya.

Pada 30 Januari 2021, KKB juga telah membunuh satu orang warga sipil bernama Boni Bagau di sekitar perbatasan Distrik Sugapa - Distrik Homeyo, Intan Jaya.

Boni ditembak karena dituduh menjadi mata-mata TNI dan Polri.

Selain aksi teror kepada warga sipil dan aparat keamanan, KKB juga mengintimidasi pejabat Pemda setempat untuk mendapatkan uang. Hal ini dikemukakan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, pada Senin kemarin (8/2).

Natalis mengatakan, dirinya dan seluruh PNS sering didatangi KKB untuk meminta bantuan. Permintaan ini harus dipenuhi jika tak ingin mengalami teror.

“Bukan saya sendiri, seluruh PNS terutama putra daerah jarang ada di tempat, karena mereka dapat ancaman. KKB minta bantuan uang atau makanan. Kalau tidak dikasih, malam-malam walau dingin dan hujan mereka bisa menuju ke rumah dengan senjata lengkap,” paparnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya