Berita

Sultan Tidore Husain Alting Sjah serahkan gelar kehormatan Halifatul Mukarram Saidissakallaini Ala Jabalittidore kepada Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Nusantara

Diberi Gelar Kehormatan, Ketua DPD LaNyalla: Kejayaan Tidore Tidak Boleh Dilupakan

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18, Kesultanan Tidore pernah mencapai era kejayaan. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap kejayaan ini tidak dilupakan. Generasi muda pun harus mengetahui jejak sejarah Tidore yang kaya akan rempah.

Harapan tersebut disampaikan LaNyalla saat Ramah Tamah dengan Sultan Tidore Husain Alting Sjah dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Kamis (28/1).

Dalam kunjungan kerja ke Maluku Utara, ketua senator diberikan gelar Halifatul Mukarram Saidissakallaini Ala Jabalittidore sebagai utusan Bobato Madofolo Nyili Gulu-Gulu (perwakilan Sultan Tidore di wilayah jauh) oleh Sultan Tidore, Husain Alting Sjah. Gelar itu disematkan berdasarkan Keputusan Sultan Tidore No. 01/KPTS/ST/I/2021 tentang Pemberian Gelar.


Kegiatan sakral yang disaksikan rombongan senator tersebut berlangsung di Kadaton Sultan Tidore, Kelurahan Soasio, Kota Tidore, Maluku Utara.

"Tidore terkenal sebagai negeri para raja dengan banyak rempahnya. Sejarah membuktikan, bahwa Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dahulu adalah pusat dari Kesultanan Tidore yang sangat berjaya di masanya, sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18," tuturnya.

Menurut LaNyalla, Kesultanan Tidore adalah kerajaan Islam yang menguasai sebagian besar Pulau Halmahera Selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua Barat.

"Tidak heran saat ini, Kota Tidore Kepulauan, juga merupakan kota terluas ketiga di Indonesia setelah Kota Palangka Raya dan Kota Dumai," ujarnya.

Dijelaskan LaNyalla, salah seorang Sultan Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Sultan Nuku dikenal sebagai salah satu pejuang yang mati-matian berjuang melawan penjajah.

"Selain itu, sejarah juga mencatat peran dan kegigihan Sultan Zainal Abidin Syah dalam mempertahankan kedaulatan NKRI," jelasnya.

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan, Tidore ketika itu menjadi sebuah kerajaan maritim yang memiliki wilayah kekuasaan sangat luas, meliputi sebagian Maluku.

Tidak hanya itu, Papua menyatu dalam NKRI pun salah satunya atas jasa Sultan Zainal Abidin Syah, sehingga beliau diangkat menjadi Gubernur Irian Barat pertama (sekarang Papua dan Papua Barat) yang menjabat pada tahun 1956-1961.

Atas besarnya jasa-jasa beliau dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, LaNyalla dengan tegas menyatakan akan mendukung penuh usulan agar Sultan Zainal Abidin Syah menjadi Pahlawan Nasional.

"Oleh sebab itu, saya juga mengusulkan agar dibangun museum atau monumen peringatan Trikora di Kota Tidore, agar generasi muda dan masyarakat Indonesia bisa melihat kembali sejarah Papua, bagaimana pentingnya mempertahankan NKRI, dan juga menyadarkan pentingnya menjaga persatuan dan kedaulatan," harapnya.

Dalam pertemuan tersebut, LaNyalla menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota Tidore memanfaatkan gelaran internasional Sail Tidore pada November mendatang.

"Kegiatan Sail Tidore dirangkaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan wisata. Untuk itu, saya berharap Sail Tidore dapat mendorong pertukaran pengetahuan, pemahaman lintas budaya, maupun kerja sama dalam konteks ekonomi, baik perdagangan maupun investasi, bagi negara-negara peserta," katanya.

Momentum lain yang bisa dimanfaatkan adalah pelayaran Napak Tilas Magellan-Elcano dengan menggunakan Kapal Phinisi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang pelayaran keliling dunia Ferdinand Magellan dan Juan Sebastian Elcano, dalam ekspedisi keliling dunia 500 tahun silam. Dan Tidore adalah salah satu daerah yang disinggahi oleh Magellan-Elcano.

"Saya berharap even-even internasional ini dapat meningkatkan kerja sama pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, ilmu pengetahuan, hubungan sosial budaya, serta mengupayakan jalur rempah menjadi warisan budaya di UNESCO," harapnya.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur ini menambahkan, Tidore yang dulu dikenal sebagai kerajaan maritim, perlu mendesain ulang program pendidikan yang ada. Menurutnya, program pendidikan harus lebih banyak diarahkan pada pengembangan potensi dan keahlian di bidang kemaritiman.

"Saya berharap Komite III DPD RI untuk mengusulkan kepada pemerintah agar menambah alokasi anggaran di bidang pendidikan kemaritiman kepada Kota Tidore ini," ujarnya.

"Senator harus membawa permasalahan yang ada di daerah ke Senayan, untuk kita carikan solusinya. Karena bagi kami, jika daerah maju, maka Indonesia juga maju. Jika daerah makmur, maka Indonesia juga makmur," ucap LaNyalla menambahkan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya