Berita

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun/Repro

Nusantara

Isu Penyiksaan, Teorisme Dan HAM Jarang Diekspos Media, Ini Kata Dewan Pers Soal Sebabnya

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Proses pengumpulan data dan informai hingga terbentuk menjadi sebuah berita yang mendalam sulit didapat, khususnya untuk isu penyiksaan, terorisme hingga Hak Asasi Manusia (HAM)  

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun menyampaikan hal tersebut, karena melihat minimnya pemberitaan mengenai tiga isu itu diangkat dan didalami oleh banyak media massa sekarang ini.

"Harus diakui, pers jarang sekali memberitakan penyiksaan, karena kurangnya informasi, kurangnya dukungan data, sehingga bisa-bisa nanti kalau diberitakan melanggar kode etik," ujar Hendry dalam diskusi virtual Dewan Pers bertajuk, 'Dukugan Pers Terhadap Pencegahan Penyiksaan', Selasa (26/1).


Sebagai contoh, Hendry menyebutkan satu isu penyiksaan yang pernah diekspos media, namun karena minimnya data justru menimbulkan pelanggaran kode etik.

"Katakanlah dulu yang terjadi di Jakarta Selatan, ada orang yang katanya tangannya di paku, diberitakan, malah menjadi persoalan. Karena data yang didapat itu dari tangan kedua bukan dari tangan pertama," terang Hendry.

"Nah ini saya kira hal-hal yang membuat pers ada trauma," sambungnya.

Hal yang sama, menurut Hendri, juga terjadi di negara-negara maju di Eropa. Di mana, wartawan kesulitan untuk mendapat informasi dan data terkait kasus terorisme.

"Sehingga kadang-kadang untuk mendapatkan data jaringan (terorisme) yang kemana-mana itu bisa terjadi pemaksaan untuk mengambil keterangan," ungkapnya.

Padahal menurut Hendry, wartawan saat meliput berita berhak untuk tidak kena siksa. Tapi seringkali karena suatu persoalan yang dihadapinya membuat dia harus mengalami hal tersebut.

Disamping itu, kondisi ekonomi media massa di era sekarang ini juga menjad faktor lain pemberitaan isu penyiksaan dan HAM tidak terkespos.

"Masalah ekonomi betul-betul membuat banyak media tidak bergerak, membuat mengurangi SDMnya lalu fokus ke hal-hal yang menarik banyak klik, yang membuat banyak orang membacanya, ini malah tambah sulit ya," tuturnya.

Sehingga menurut Hendry, wartawan perlu mengikuti pelatihan atau diseminasi isu dan pemberitaan terkait penyiksaan dan HAM.

"Saya kira kita semua sepakat masalah penyksaan ini masalah HAM. Dan masalah HAM tergolong topik yang berat dan harus betul-betul ditangani wartawan yang memiliki pengetahuan yang luas, sehingga dapat mendudukan persoalan secara proporsional," kata Hendry.

"Jadi hanya media-media besar, yang katakanlah media arus utama yang punya SDM cukup, yang masih mencadangkan tenaganya untuk meiput ha-hal yang terkait HAM," pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya