Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat bertemua dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung beberapa waktu lau/Net

Nusantara

Terancam Bangkrut, Ketua DPD RI Beri Dukungan Untuk Saung Angklung Mang Udjo

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata. Dampaknya sangat dirasakan destinasi wisata Saung Angklung Mang Udjo yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Bukan hanya harus memecat karyawan, Saung Angklung Mang Udjo juga terancam bangkrut.

Dukungan disampaikan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, Saung Angklung Mang Udjo harus didukung karena memiliki nilai edukasi dan menjaga kelestarian seni dan budaya Sunda.


"Saung Angklung Mang Udjo merupakan objek wisata yang sangat khas Sunda. Wisata ini merupakan wisata budaya Sunda yang sarat dengan aspek kearifan lokal dengan pengunjung anak sekolah dan wisman mancanegara serta dengan jumlah yang relatif sangat tinggi hingga 2000-an per hari," ujar LaNyalla, Senin (25/1).

Sayangnya, Saung Angklung Mang Udjo tidak mampu menahan serangan pandemi Covid-19. Terlebih tingkat penyebarannya di Bandung sangat tinggi. Akibatnya jumlah pengunjung sangat jauh merosot.

"Kondisi yang sangat memprihatinkan buat kita. Karena memang pandemi ini bukan hanya menyerang Saung Mang Udjo. Hampir semua destinasi wisata merasakan dampaknya," ucap LaNyalla.

Yang lebih membuat LaNyalla prihatin, Saung Angklung Mang Udjo sudah merumahkan hampir 90 persen karyawan dan terancam bangkrut.

Namun, LaNyalla optimistis Saung Angklung ini bisa bertahan. Hanya saja, dibutuhkan inovasi dan kreativitas. Selain itu, destinasi ini juga memerlukan bantuan dari pihak-pihak terkait.

"Saya yakin objek wisata Saung Angklung Mang Udjo masih bisa bertahan. Namun memang harus ada inovasi, misalnya dibuka secara virtual dengan mengadakan pertunjukan atau atraksi angklung melalui daring dan berbayar untuk menekan ancaman kebangkrutan," katanya.

Ditambahkan LaNyalla, mau tidak mau Saung Angklung dan destinasi-destinasi wisata lainnya harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi, saat ini dunia sudah memasuki era digital.

"Sekarang zamannya internet, mungkin hal ini dapat dicoba dengan bekerja sama dengan dinas pariwisata atau juga perusahaan IT untuk membuat program siaran permainan angklung melalui virtual," tukasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya