Berita

Ketua DPR RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

LaNyalla Usul Swab Antigen Untuk Pelajar Dan Mahasiswa Digratiskan

SELASA, 19 JANUARI 2021 | 18:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Swab test yang harus dilakukan oleh siswa dalam setiap melakukan akitifitas belajar tatap muka di sekolah sebaiknya digratiskan.

Begitu dikatakan Ketua DPR RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menanggapi keberatan orangtua atas kewajiban melakukan swab antigen bagi pelajar setiap hendak melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Tak hanya kepada pelajar, kewajiban swab antigen juga berlaku untuk kalangan mahasiswa yang akan beraktivitas di kampus. Bagi LaNyalla, hal yang wajar apabila orangtua siswa dan mahasiswa merasa keberatan.


"Kebijakan kewajiban swab antigen tentu harus dipikirkan baik-baik. Tidak semua orangtua siswa dan mahasiswa memiliki kecukupan dana jika setiap kali harus beraktivitas harus menyertakan Swab Antigen," kata LaNyalla dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Jika kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah klaster penularan Covid-19 di sekolah dan kampus, LaNyalla pun sangat menyetujuinya. Hanya saja, ia menilai pembiayaan bisa disubsidi sepenuhnya oleh pemerintah.

"Ada baiknya pemerintah melalui koordinasi Kemenkes dan Kemendikbud memberikan subsidi swab test atau menggratiskannya untuk pelajar dan mahasiswa yang akan beraktivitas," tegasnya.

Bukan tanpa alasan usulan tersebut diajukan. Selain meringankan beban masyarakat di masa pandemi, juga agar proses belajar mengajar di sekolah dan kampus tak menemui hambatan. Di sisi lain, mereka juga merasa aman dari paparan Covid-19.

"Bagaimana jika orangtua siswa atau mahasiswa tak punya uang untuk swab test. Artinya dia terhambat melakukan aktivitas belajar mengajar," terangnya.

"Usulan subsidi atau gratis ini saya realistis mengingat pelajar atau mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan tentunya tak sebanyak mereka yang belajar di rumah. Jadi tidak akan memberatkan keuangan pemerintah," demikian LaNyalla.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya