Berita

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno/Net

Politik

Jika Tetap Dipakai, PT 20 Persen Akan Bunuh Mimpi Capres Alternatif

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 20:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemilihan presiden tahun 2024 diharapkan tidak lagi memakai ambang batas pencalonan atau presidential threshold (PT) 20 persen.

Dikatakan Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno, jika PT 20 persen tetap dipakai maka pilpres tidak akan melahirkan figur pemimpin baru.

"PT 20 persen akan memunculkan figur capres yang orangnya itu-itu saja," ujar Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/1).


"Serta membunuh mimpi capres alternatif sekaligus punya rekam jejak memadai," imbuh akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Adi pun memahami jika politisi yang mewakili partai politik di DPR RI kencang menyuarakan agar PT 20 persen diturunkan.

"Wajar jika banyak pihak minta (PT 20 persen) diturunkan supaya rakyat punya menu calon yang beragam," pungkasnya.

Adapun PT 20 persen pernah dipakai di Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2014 menyajikan pertarungan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Sementara pada Pilpres 2019 kembali mempertemukan Jokowi dan Prabowo. Jokowi berpasangan dengan Maruf Amin dan Prabowo menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya