Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno/Net

Politik

Sandiaga Uno: Dengan Pendekatan Tekonologi, Kontribusi Parekraf Bakal Naik Hingga 15 Persen

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 02:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pendeketan teknologi diyakini bakal mendongkrak kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap ekonomi Indonesia hingga 15 persen.

Begitu dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno dalam diskusi How Technology is Driving Changes in Indonesia 2021, Kamis (14/1).

"Dengan adanya teknologi digital ini saya sangat optimistis, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang tumbuh 5-10 persen, akan berkontribusi menjadi 10 hingga 15 persen untuk ekonomi kita," kata Sandiaga.


Mengawali tugasnya sebagai Menparekraf, Sandiaga sudah menargetkan 5,6 persen kontribusi sektor parekraf terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Target lainnya adalah dari sisi tenaga kerja, di mana penggabungan sektor parekraf diharapkan dapat menyerap 34 juta tenaga kerja.

Untuk mencapai target tersebut, Sandiaga mengatakan dibutuhkan penguasaan teknologi digital bagi pelaku industri Parekraf.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menambahkan, dengan adanya sistem Artificial Intelligence (AI) hingga big data, jenis pekerjaan baru juga dapat muncul untuk sektor Parekraf.

Kata mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini, 9 juta orang dapat terserap industri baru itu.

Dia mencontohkan startup unicorn yakni Traveloka yang mampu berkontribusi untuk sektor Parekraf Indonesia melalui penjualan tiket pesawat, akomodasi, dan hiburan lainnya.

Sandiaga ingin ada lebih banyak startup lokal yang muncul untuk mendukung sektor Parekraf.

"Sekarang kami mencari pemimpin sektor teknologi dan ekonomi digital untuk juga bekerja sama. Orang mengatakan teknologi menghancurkan pekerjaan manusia tapi dari sektor kami, kami melihat teknologi akan membuat pekerjaan di pariwisata dan ekonomi kreatif berkualitas lebih baik," kata Sandiaga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya