Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno/Net

Politik

Kementerian Parekraf Gandeng Pelaku Ekonomi Digital Sosialisasikan Protokol CHSE Pariwisata

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 00:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan pelaku digital ekonomi dalam mensosialisasikan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kolaborasi dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan berbasis pada cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE) di semua destinasi pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, kolaborasi itu dilakukan atas dasar rasa prihatin dengan angka penyebaran Covid-19 yang masih sangat tinggi.


Apalagi dengan fakta bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menurun.

"Ini yang harus sama-sama kita ubah," kata Sandi dalam keterangan resminya, Minggu (10/1).

"Senang sekali mendapat respon yang sangat baik. Karena tujuan kita sama yakni ingin mengembalikan minat masyarakat untuk berwisata, dengan harapan sektor pariwisata dapat segera pulih, lapangan kerja dapat kembali terbuka luas," imbuh Sandi.

Ajakan kolaborasi ini disambut baik oleh pelaku digital ekonomi di sektor pariwisata seperti platform perencana perjalanan, Traveloka.

President Traveloka, Caesar mengatakan pihaknya sangat bergembira dengan kerjasama yang akan dilakukan pihaknya dengan Kementerian Parekraf.

"Kami mendukung sekali bagaimana kita bisa menggalakkan protokol CHSE supaya pemulihan Covid-19 ini bisa lebih cepat," kata Caesar.

Tak hanya mendukung Kemenparekraf mensosialisasikan protokol kesehatan secara ketat di destinasi-destinasi pariwisata, Caesar mengatakan, pihaknya juga berkomitmen dan mendukung pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata di Indonesia

"Kami sangat mendukung kerja sama dengan pamerintah untuk menjaga industri pariwisata baik dari segi kesehatan ataupun dari segi ekonomi dan tetap membalance kedunya dan kita akan support dari segi teknologinya," ujarnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya