Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (tengah) bercocok tanam/Net

Politik

Jaga Ketahanan Pangan, LaNyalla Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 16:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sektor pertanian diyakini masih menjadi primadona di masa pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung ketahanan pangan dan meminta pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi.

"Dalam masa pandemi Covid-19, sektor pertanian telah menjelma primadona. Tahun 2021 ini pun pertanian masih menjadi sektor
primadona dan menjadi andalan dalam penyediaan dan ketahanan pangan nasional," ujar LaNyalla, Kamis (7/1).

primadona dan menjadi andalan dalam penyediaan dan ketahanan pangan nasional," ujar LaNyalla, Kamis (7/1).

Senator asal Jawa Timur ini yakin, pertanian akan mulai kembali produktif mengingat Indonesia sudah masuk dalam musim penghujan.

"Kini kita sudah masuk pada musim penghujan dan pertanian mulai produktif. Atau pertanian pun sudah masuk dalam musim tanam. Sehingga kebutuhan pupuk tentu akan sangat besar," jelasnya.

Untuk itu, LaNyalla meminta pemerintah menjamin ketersediaan pupuk di lapangan, khususnya pupuk bersubsidi.

"Pemerintah harus menjamin ketersediaan pupuk serta menjaga stabilitas harga. Karena, seringkali petani dipermainkan para tengkulak yang memberikan pinjaman pupuk dengan pembayaran pasca panen dengan harga yang tinggi. Kondisi seperti itu tidak boleh terjadi," bebernya.

Untuk itu, LaNyalla mendorong pemerintah tetap menyediakan pupuk subsidi dengan harga yang terukur.

"Ketersediaan pupuk subsidi sangat membantu masyarakat petani. Namun, pola distribusinya harus dibenahi agar pupuk subsidi bisa tepat sasaran kepada yang membutuhkan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya