Berita

Presiden Jokowi saat membuka Rakernas X PMKRI/Repro

Politik

Jokowi Buka Rakernas X PMKRI

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah kesibukannya sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas.

Upacara pembukaan yang dilaksanakan secara virtual, dihadiri seluruh Pengurus Pusat PMKRI Periode 2020-2022,  para senior, anggota Penyatu dan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  PMKRI se Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengapresiasi kontribusi PMKRI yang telah berdiri sejak tahun 1947 dan saat ini berusia 73 tahun.


"Mengapresiasi kontribusi PMKRI dalam  menjaga nilai-nilai persaudaraan, membangun kehidupan mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta kontribusi mengembangkan talenta-talenta Indonesia," ujar Jokowi, Senin (23/11).

Jokowi juga menekankan agar kesatuan dan persatuan terus dijaga, dirawat, dan diperkuat sebagian fondasi kebangsaan agar semakin kokoh.

"Kita tidak boleh membiarkan upaya-upaya yang berusaha merusak toleransi antar suku, agama dan ras," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Presidium PP PMKRI, Benidiktus Papa mengatakan, Rakernas X PMKRI yang dilaksanakan bertepatan dengan situasi pandemi menjadi tantangan tersendiri.

"Sekaligus kesempatan bagi seluruh anggota PMKRI untuk sama-sama mengkonsolidasikan gagasan yang mampu membawa PMKRI tetap adaptif terhadap segala situasi dan sekaligus mampu memberikan arah baru dalam memberikan kontribusi rill terhadap situasi kebangsaan," jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 22 hingga 27 November ini akan diisi oleh berbagai kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh.

Diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak Zainudin Amali;  Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G Plate;  serta Ketua MPR RI, Bapak Bambang Soesatyo.

Selain itu ada pula kegiatan diskursus lainnya dalam merumuskan arah kerja  PMKRI dalam 2 tahun ke depan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya