Berita

Scott Morrison dan PM Jepang Yoshihide sepakati penandatangan bersejarah bidang pertahanan/Net

Dunia

Australia-Jepang Sepakat Untuk Pakta Pertahanan Bersejarah, Morrison: China Tidak Perlu Takut

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan PM Scott Morrison menyatakan siap untuk membangun kembali hubungan yang saling menghormati dan saling menguntungkan dengan China. Namun, sejauh ini hubungan kedua negara masih belum harmonis, ditambah lagi dengan ditandatanganinya  perjanjian pertahanan antara Australia dengan Jepang.

Perjanjian Akses Timbal Balik akan membuat Jepang dan Australia menggunakan pangkalan militer satu sama lain dan melakukan latihan bersama di Laut China Timur dan Selatan.

Namun begitu, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan China tidak perlu takut dengan penandatanganan perjanjian penting itu, meskipun itu akan menjadi saingan strategis Jepang.


"Ini adalah evolusi signifikan dari hubungan ini, tetapi tidak ada alasan untuk menimbulkan kekhawatiran di tempat lain di kawasan ini," kata Morrison, seperti dikutip dari AP.

"(Justru) Saya pikir itu menambah stabilitas kawasan, yang merupakan hal yang baik,"  tambah Morrison.

Scott Morrison dan PM Jepang Yoshihide Suga mengadakan pembicaraan tatap muka pertama pada Selasa (17/11) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut keduanya mencapai kesepakatan dasar tentang pakta pertahanan bilateral yang akan memungkinkan pasukan kedua negara untuk bekerja lebih erat.

Morrison dan Suga mengatakan kerangka hukum, yang disebut Perjanjian Akses Timbal Balik, akan memungkinkan pasukan kedua negara untuk saling mengunjungi satu sama lain dalam melakukan latihan dan operasi bersama.

Kesepakatan itu adalah yang pertama bagi Jepang sejak status perjanjian pasukan tahun 1960 dengan Amerika Serikat, yang menetapkan syarat-syarat pangkalan sekitar 50 ribu tentara Amerika untuk beroperasi di dan sekitar Jepang di bawah pakta keamanan Jepang-AS.

Morrison menyebut perjanjian pertahanan itu sebagai tonggak bagi kedua negara, yang sama-sama bersekutu sambil mempertahankan perdagangan yang signifikan dengan China.

Sementara Suga mengatakan, Jepang dan Australia adalah mitra strategis khusus yang berkomitmen pada nilai-nilai fundamental seperti kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum, dan bekerja sama untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Perjanjian baru ini mendasari tekad kami untuk berkontribusi pada perdamaian regional dan akan meningkatkan kerja sama keamanan kami ke tingkat yang baru," ungkapnya.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menyatakan keprihatinan serius tentang situasi di Laut Cina Selatan dan Timur dan penentangan yang kuat terhadap militerisasi pulau-pulau yang disengketakan, tanpa mengidentifikasi Beijing.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya