Berita

Anggota Parlemen menjaga jarak selama sesi Parlemen di Wina, Austria/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Austria Kembali Lockdown Nasional

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 06:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus virus corona yang semakin mengkhawatirkan membuat pemerintah Austria kembali memutuskan untuk melakukan penguncian nasional kedua mulai Selasa (17/11) waktu setempat.

Pembatasan nasional baru itu dilakukan setelah sebelumnya ‘penguncian ringan’ selama dua minggu, yang melibatkan jam malam malam dan penutupan kafe serta restoran, gagal menghentikan lonjakan infeksi yang telah menyebabkan jumlah total kasus Covid-19 di negara yang berpenduduk 8,8 juta itu melampaui 213 ribu kasus.

Aturan baru itu termasuk larangan meninggalkan rumah kecuali untuk beberapa alasan seperti pekerjaan penting, belanja makanan, olahraga, atau mencari perawatan medis.


Namun, penguncian nasional kedua ini nampak lebih santai daripada gelombang virus pertama, karena taman serta arena bermain tetap diijinkan terbuka dan lebih banyak orang memberanikan diri untuk pergi bekerja.

Sementara sekolah telah beralih ke pembelajaran jarak jauh, mereka tetap membuka pintu untuk menyediakan pengasuhan anak darurat bagi orangtua yang membutuhkannya.

Surat kabar Krone melaporkan, bahwa di Wina beberapa kelas penuh hingga 80 persen pada Selasa pagi waktu setempat.

Para orangtua yang menjaga anak-anak mereka di rumah sekali lagi harus memikirkan bagaimana menangani tanggung jawab ekstra tersebut.

“Ini tantangan, kami tidak akan mengelolanya tanpa kakek-nenek - dan kemudian kami harus berperan sebagai guru juga,” kata perawat dan ibu dari dua anak Susanne Cekic kepada surat kabar Kurier, seperti dikutip dari AFP.

Sementara, tenaga medis Austria mengatakan sistem kesehatan telah mendekati batasnya, terutama di unit perawatan intensif, dan pemerintah mendapat kecaman karena tidak bertindak lebih cepat.

Selain untuk melindungi kapasitas dalam sistem kesehatan, salah satu tujuan dari penguncian baru adalah untuk menyelamatkan perayaan Natal setelah tindakan yang akan dicabut pada 6 Desember mendatang.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya