Berita

China akan mereformasi sistem hukum dan peradilan Hong Kong/Net

Dunia

Otonomi Kian Terkuras, Sistem Hukum Dan Peradilan Hong Kong Akan Direformasi China

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 10:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan tengah mereformasi sistem hukum dan sistem peradilan di Hong Kong setelah memberlakukan UU keamanan nasional pada Juli lalu.

Wakil Direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Zhang Xiaoming mengatakan penyempurnaan sistem hukum itu tidak akan merusak independensi peradilan Hong Kong yang memiliki status semi-otonom.

Walau begitu, Zhang menuturkan, pihak berwenang ingin mendorong reformasi dalam Undang-Undang Dasar sebagai mini-konstitusi Hong Kong.


"Kami perlu melihat UUD sebagai sesuatu yang hidup sehingga dapat menafsirkannya kapan pun diperlukan," ucap Zhang, seperti dikutip Reuters.

Beberapa yang akan diubah di antaranya adalah penyaringan kualifikasi untuk pegawai negeri, pendidikan nasional, hingga peradilan.

Di bawah UU keamanan nasional yang baru diberlakukan, pegawai negeri sipil diminta untuk berjanji setia kepada Hong Kong dan UUD-nya.

"Hanya mereka yang patriotik yang harus ditempatkan, jika tidak mereka harus dikeluarkan dari sistem," kata Zhang.

Hong Kong merupakan bekas koloni Inggris yang kembali ke tangan pemerintahan China pada 1997 dengan janji diberikannya otonomi tingkat tinggi dalam skema "satu negara, dua sistem".

Tapi pada 30 Juni, Beijing memberlakukan UU keamanan nasional yang dianggap para kritikus sebagai upaya untuk menekan perbedaan pendapat di tengah gelombang protes pro-demokrasi.

Beberapa waktu terakhir, banyak pihak menganggap otonomi Hong Kong telah terkuras. Khusus pekan lalu, ketika Beijing mendiskualifikasi anggota parlemen pro demokrasi Hong Kong yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya