Berita

Aktivis Gemapi saat beri santunan ke keluarga Pepera 1969/Ist

Nusantara

Kenang Jasa Pahlawan, Keluarga Pejuang Pepera 1969 Diberi Santunan

RABU, 11 NOVEMBER 2020 | 21:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) dan Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Papua menggelar kegiatan bakti sosial terhadap keluarga pejuang Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)  1969 di Jayapura, Papua.

Menurut Ketua (PPM) Riko Mauri, salah satu cara mengenang jasa para pahlawan adalah dengan memperhatikan keluarga, putra-putri serta para pahlawan yang masih kekurangan.

“Kegiatan ini pada hakekatnya merupakan wujud kepedulian GEMAPI dan PPM terhadap keluarga pejuang Pepera 1969,” kata Riko dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Rabu (11/11).


Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan bakti sosial dilakukan dengan cara membagikan sembako dari rumah ke rumah keluarga para pejuang Pepera.

“Sembako tersebut kita bagikan kerumah rumah keluarga pejuang Pepera 1969 yang ada di Jayapura,” kata Riko.

Sementara itu, Ketua Gemapi Philatus Netep menambahkan, kegiatan ini perlu dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan karena akan memperkokoh rasa cinta dan kebersamaan.

“Baksos sekaligus sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi rasa persatuan dan kesatuan diantara kita semua, terutama selama masa pandemi Covid -19 ini,” kata Philatus.

Philatus juga menyesalkan adanya kelompok yang masih berbeda Idiologi dan terus menerus menghembuskan propaganda di tanah Papua.

"Papua sudah final dalam NKRI, jadi sudah bukan lagi waktunya mempermasalahkan Idiologi. Alangkah lebih baik kita sama-sama mendorong pembangunan Papua ke arah yang lebih baik,” kata Philatus.

Dirinya kemudian mengajak generasi muda untuk tidak melupakan jasa para pejuang Pepera dan sejarah Papua.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan, generasi muda jangan melupakan para pejuang Pepera dan sejarah Papua. Karena Papua sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI sejak Pepera itu diputuskan,” pungkas Philatus.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya