Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD/Net

Politik

Mahfud MD: Silakan Jemput Habib Rizieq, Aparat Jangan Berlebihan

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah telah resmi mempersilakan para loyalis Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq melakukan penjemputan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (11/10).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, secara terang memberi izin tersebut melalui jumpa pers.

Dia hanya mengingatkan kepada para penjemput untuk mengikuti apa yang disampaikan Habib Rizieq. Di mana Habib Rizieq datang untuk melakukan revolusi akhlak, yang seharusnya menimbulkan kebaikan.


“Oleh sebab itu semuanya harus tertib. Silakan menjemput, tapi tertib," katanya, Senin (9/11).

Mahfud mengingatkan bahwa siapa saja yang melakukan penjemputan Habib Rizieq di bandara harus tertib, rukun dan damai seperti yang dianjurkan Habib Rizieq. Jika ada yang membuat ribut, maka mereka bukan pengikut Habib Rizieq.

Kepada aparat,Mahfud meminta untuk meningkatkan pengamanan. Tetapi, pengamanan itu tidak perlu berlebihan.

"Saya juga berharap, aparat tidak usah berlebih-lebihan, ini masalah biasa saja, anggap (sebagai) hal yang reguler," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya