Berita

Massa Jarak Indonesia menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Rabu (4/11)/Net

Nusantara

Terima Audiensi Jarak Indonesia, PUPR Janji Tindaklanjuti Dugaan Penyelewengan Proyek Di Papua

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 17:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peserta aksi yang tergabung dalam Jaringan Aktivis (Jarak) Indonesia menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Rabu (4/11). Mereka mengkritisi pelaksanaan lelang sejumlah proyek yang berada di Provinsi Papua yang diduga sarat penyelewengan.

"Komisi Pemberantasan Korupsi pernah menyatakan bahwa penyimpangan terbesar ada pada pengadaan barang dan jasa (PBJ), sehingga Menteri PUPR merasa perlu untuk membentuk lembaga (BP2JK), agar ruang untuk korupsi tidak ada lagi. Nyatanya BP2JK Papua menciderai hal tersebut dengan dugaan melakukan penyelewengan lelang," ujar koordinator aksi, Donny kepada wartawan.

Terkait hal ini, Donny menjabarkan bahwa pada September lalu, Kejaksaan Tinggi Papua melalui Asisten Pidana Khusus melakukan pemanggilan kepada sejumlah pihak dari BP2JK Papua. Surat pemanggilan bernomor B-886/R.1.5/Fd.1/09/2020 tertanggal 10 September 2020. Pemanggilan tersebut dilakukan karena adanya dugaan penyelewengan wewenang.


Dalam aksinya, massa menyerukan tiga tuntutan kepada Kementerian PUPR.

"Meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk mencopot Hamdi dari Kepala BP2JK Provinsi Papua. Kedua meminta Kejaksaan Agung dan KPK untuk memeriksa dugaan korupsi Hamdi selaku Kepala Balai Pelaksaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Provinsi Papua. Ketiga meminta Kementerian PUPR untuk mengakomodir pengusaha orang asli Papua untuk pembangunan masyarakat Papua," ujarnya.

Perwakilan massa kemudian diterima audiensi oleh Direktur Pengadaan Bina Jasa dan Konstruksi, Sumito, serta didampingi Kasubdit Bina Konstruksi, Direktorat Bina Konstruksi PUPR Boediharto Gawan Soesetyo. Menurutnya, Kementerian PUPR akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Nama Pak Hamdi sendiri sudah masuk dalam daftar pejabat PUPR dan dalam waktu dekat tentu akan dievaluasi kinerjanya. Tentu kita mengapresiasi laporan dari kawan-kawan Jarak Indonesia terhadap saudara Hamdi sebagai kepala BP2JK, terkait dugaan praktik penyalahgunaan wewenang dalam proses lelang tender proyek pembangunan Provinsi Papua," tuturnya.

"Dan dalam waktu dekat akan kami agendakan untuk audensi dengan Dirjen Bina konstruksi untuk menyerahkan bukti-bukti valid yang dilakukan oleh Saudara Hamdi," pungkas Sumito menambahkan kepada perwakilan demonstran.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya