Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Nusantara

Waspada Sebaran Covid-19 Klaster Keluarga Pasca Cuti Bersama

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jika abai dengan protokol kesehatan, libur panjang cuti bersama yang dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga atau berwisata, dikhawatirkan justru akan menimbulkan malapetaka.

Untuk itu, guna mencegah kasus Covid-19 kembali melonjak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada masyarakat khususnya warga ibukota agar dapat belajar dari pengalaman.

"Pengalaman di bulan Agustus, ketika ada libur panjang, terjadi lonjakan kasus 2 minggu berikutnya. Pola yang sama juga kita temukan di bulan Mei," ungkap Anies melalui Facebook Pemprov DKI, Jumat (30/10).


Atas dasar hal tersebut, Anies pun kembali meminta kepada masyarakat untuk tetap di rumah saja dan apabila terpaksa harus berpergian maka wajib menaati seluruh protokol kesehatan.

"Virus tidak memilih lokasi penularan. Ruang publik bisa kami awasi. Tapi ruang-ruang privat (keluarga), perlu kerjasama seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga," sambungnya.

Berdasarkan data tanggal 4 Juni hinga 25 Oktober 2020, klaster keluarga masih menjadi salah satu transmisi virus corona yang tinggi.

Tercatat dalam kurun waktu tersebut jumlah kasus positif sebanyak 36.659 orang dengan jumlah klaster sebanyak 4.684.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya