Berita

Sekjen MUI Anwar Abbas/Net

Politik

Cegah Kekacauan Dunia, MUI Desak Macron Tarik Ucapan dan Minta Maaf Kepada Umat Islam

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 07:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk segera meralat ucapannya dan minta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia. 

Jika tidak ada itikad baik dari Macron, maka dikhawatirkan akan membawa dunia kepada kekacauan dan permusuhan yang akan memunculkan dendam berkepanjangan. 

Demikian disampaikan Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (28/10).


"Supaya masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dunia, maka kita mengharapkan agar Macron secepatnya mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," ujar Anwar Abbas. 

Menurut Anwar Abbas, apabila tatanan dunia ingin tenang dan damai, maka jangan sampai ada penghinaan dan saling merendahkan satu dengan yang lainnya. Termasuk menghina dan merendahkan dalam hal agama serta keyakinannya tertentu atas dasar apapun. 

"Untuk itu, kita mengingatkan Macron dan  masyarakat dunia agar meletakkan konsep kebebasan tersebut ditempat yang tepat. Sebab bila tidak maka dia tentu akan bisa menyeret dunia kepada kekacauan dan permusuhan," tuturnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas meyakini umat Islam akan memaafkan Emmanuel Macron jika dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada umat Islam dunia atas ucapannya yang kontroversial tersebut.  

"Saya yakin dan percaya bila yang bersangkutan mau meminta maaf atas sikap dan tindakannya tersebut, maka umat Islam tentu pasti akan memaafkannya. Sehingga  api permusuhan yang sudah menyala tersebut akan bisa padam secepatnya. Karena umat Islam adalah umat yang pemaaf dan cinta damai," demikian Ketua PP Muhammadiyah ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya