Berita

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan/Net

Politik

Kata Novel Baswedan, KPK Semakin Lemah Tanpa Perpres Supervisi

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 09:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya berwenang dalam melakukan penindakan dan pencegahan. Komisi anti rasuah juga memiliki kewenangan untuk melakukan supervisi terhadap penegak hukum lain yang menangani perkara korupsi.

Begitu kata penyidik senior KPK, Novel Baswedan dalam akun Twitter pribadina Senin (26/10).

“Dengan Supervisi KPK berwenang mengambil alih perkara korupsi yang penanganannya bermasalah,” urainya.


Hanya saja, hingga saat ini aturan turunan dari UU 19/2019 tentang KPK untuk kewenangan supervisi belum diterbitkan presiden. UU KPK sendiri menjelaskan bahwa kewenangan supervisi KPK diatur dengan Peraturan Presiden (Perpres).

“Jadi tanpa Perpres, KPK mesti terkendala untuk melakukan supervisi,” tuturnya.

UU KPK sudah disahkan sejak setahun lalu. Sementara di satu sisi, Perpres Supervisi belum juga terbit. Pemerintah justru menerbitkan terlebih dahulu PP yang menjadikan pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara.

Singkatnya, Novel hendak mengatakan bahwa tanpa Perpres Supervisi, KPK akan semakin lemah.

“Dengan adanya UU KPK yang baru dan belum adanya Perpres Supervisi, maka KPK semakin lemah,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya