Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

ProDEM Minta Para Relawan Yang Salahkan Menteri Segera Taubat Nasuha

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 11:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin sudah genap berusia setahun dalam memimpin negeri ini. Sejumlah sorotan pun ditujukan atas kinerja yang dicapai selama 24 bulan.

Mayoritas relawan menyalahkan para menteri sebagai biang keladi kerja pemerintahan menurun di mata publik.

Seperti relawan Pro Jokowi (Projo) yang menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal dalam menangani dampak pandemi Covid-19.


Relawan Jokowi Mania (Joman) juga menyalahkan para menteri karena gagal membangun komunikasi yang baik, sehingga UU Cipta Kerja menuai polemik di masyarakat.

Kedua kelompok relawan ini pun mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan perombakan agar kinerja pemerintahan kembali tokcer.

Tapi sikap para relawan itu dinilai aneh oleh Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule. Aneh lantaran para menteri seolah dikambinghitamkan oleh relawan.

Iwan Sumule lantas mengingatkan, sejak kabinet kerja Jokowi-Maruf terbentuk, Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa tidak ada visi menteri. Yang ada hanya visi Joko Widodo sebagai presiden.

“Kalau setahun pemerintahan Jokowi-Maruf gagal, lalu relawan mempersalahkan kinerja menteri, itu menunjukan negara tanpa kepemimpinan,” tegasnya kepada redaksi, Senin (26/10).

Atas alasan itu, Iwan Sumule meminta para relawan yang “salah” mengkritik itu untuk segera bertaubat.

“Kalian taubat nasuha lah,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya