Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga: Program PEN Timbulkan Sinyal Positif Sejumlah Indikator Ekonomi

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 11:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelonggaran kebijakan lockdown di sejumlah negara membuat ekonomi global mulai membaik. Dampaknya, kondisi pasar modal Indonesia juga perlahan mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan setelah anjlok pada bulan Maret lalu.

Begitu kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Capital Market Summit Expo (CMSE), Senin (19/10).

Dia menjelaskan bahwa Indonesia sudah masuk pada tahap pemulihan setelah sempat tertekan di kuartal kedua. Penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberi sentimen positif bagi pasar modal.


“PEN menimbulkan sinyal positif sejumlah indikator ekonomi sejak Juli 2020," ujarnya.

Adapun indikasi pasar modal membaik dapat dilihat dari yield obligasi pemerintah yang turun untuk tenor 10 tahun ke level 6,74 persen per 15 Oktober 2020. Peringkat Indonesia juga menjadi BBB pada 10 Agusutus berdasar pemeringkatan Fitch.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah juga mengalami peningkatan. IHSG ke level 5.105, sedangkan rupiah berada pada Rp 14.690 per dolar AS pada 15 oktober 2020.

Kinerja IHSG didorong oleh peningkatan indeks saham sektoral, salah satunya sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks sejak penurunan di Maret.

“Momentum pemulihan ekonomi perlu dijaga dan ditingkatkan. Pemerintah sendiri telah menerapkan kebijakan kebijakan ‘gas dan rem; yang seimbang antara penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi," demikian ketua umum Golkar tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya