Berita

WHO/Net

Dunia

Gelombang Virus Corona Di Eropa Sangat Mencemaskan, Butuh Langkah Baru Dan Perhatian Besar

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 12:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang virus corona di Eropa memasuki tahap paling mencemaskan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara Eropa perlu meluncurkan langkah-langkah baru untuk mencoba mengekang lonjakan infeksi virus corona yang menurut WHO memerlukan 'perhatian besar'.

Pada konferensi pers di Kopenhagen, Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge mengatakan, sudah waktunya untuk meningkatkan tindakan karena jumlah kasus yang sangat memprihatinkan.

Namun, dia mengatakan agar tidak dilakukan penguncian penuh agar kelumpuhan ekonomi bisa dihindari. Sebaliknya dibutuhkan langkah-langkah baru yang lebih efektif dalam penanganannya.

Namun, dia mengatakan agar tidak dilakukan penguncian penuh agar kelumpuhan ekonomi bisa dihindari. Sebaliknya dibutuhkan langkah-langkah baru yang lebih efektif dalam penanganannya.

"Kerusakan ekonomi pada masyarakat terlalu banyak," katanya, menekankan bahwa setiap orang harus selalu diingatkan untuk disiplin memenuhi protokol kesehatan.

Pasangan calon presiden AS Joe Biden dan Kamala Harris akhirnya menangguhkan perjalanan setelah seorang staf tertular penyakit tersebut. Demikian juga dengan Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen yang mendadak meninggalkan pertemuan puncak di Brussel karena alasan yang sama.

Dan di Prancis, polisi menggeledah rumah menteri kesehatan sebagai bagian dari penyelidikan penanganan pemerintah terhadap krisis virus corona.

Sementara Inggris harus melakukan pembatasan yang lebih ketat, termasuk larangan pertemuan. Delapan kota di Prancis dan di Jerman melakukan jam malam serta pembatasan jam bertamu serta jam pertemuan publik.

Dengan hampir 1,1 juta kematian akibat virus corona dan hampir 40 juta kasus di seluruh dunia, negara-negara di banyak bagian dunia menghadapi pilihan sulit tentang bagaimana mengendalikan penyakit tanpa kehancuran ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh penguncian nasional.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya