Berita

Ilustrasi Pilkada/RMOLNetwork

Politik

Belum Ada Konsep Konkret Yang Diusung 3 Calon Walikota Bandarlampung

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tiga calon Walikota Bandarlampung yang maju dalam Pilkada Serentak 2020 dinilai belum menyuguhkan konsep konkret saat debat kandidat pada Rabu malam lalu (14/10).

"Setiap calon mempunyai gagasan dan karakternya masing-masing. Namun debat semalam itu saya belum melihat konsep konkretnya dari tiga calon," kata dosen Hukum Tata Negara Universitas Lampung, Yusdianto, Kamis (15/10), dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Yusdianto juga belum melihat agregator atau umpan balik dalam pemerataan kesejahteraan dari ketiga kandidat.


Pemerataan itu tidak hanya dilihat dari subsidi dan bantuan yang diberikan. Tapi bisa juga dilakukan dengan pelatihan, pendidikan, dan membuka usaha.

"Seharusnya para calon ini menampilkan konsep konkret untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Konsep bagimana membuka lapangan pekerjaan, bagimana konsep agar Bandarlampung tidak banjir," ujarnya.

Ia berharap pada debat selanjutnya, isu yang dibawa bisa dikoneksikan dengan masalah yang ada di Bandarlampung.

"Apalagi saat ini sudah memasuki era 4.0, para calon harus bisa menampilkan konsep calon menanamkan investasi, mengatasi pandemi, konsep transformasi teknologi, serta mengatasi persoalan pengangguran," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya