Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin/Net

Politik

Demonstran Disebut Sampah, Syahrial Nasution: Ali Ngabalin Itu Korlap Aksi Menuntut Gus Dur Dicopot

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 14:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin dinilai telah lupa bahwa dirinya pernah berada di jalanan menjadi seorang demonstran.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasuition menilai Ngabalin tidak pantas menyebut para pengunjuk rasa sebagai sampah. Sebab, yang bersangkutan juga pernah berada pada posisi sebagai demonstran.

Bahkan dalam catatannya sebagai seorang wartawan, Syahrial mengingat bahwa di tahun 2001 lalu Ngabalin adalah kordinator lapangan aksi menuntut Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid dicopot.


“Teman-teman wartawan yang pernah bertugas/ditugaskan menjelang SI MPR 2001 yang melantik Megawati menjadi Presiden ke-5 RI, pasti ingat sama Ali Ngabalin. Dia salah satu korlap aksi menuntut Gus Dur dicopot,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (13/10).

Pernyataan Syahrial Nasution ini menanggapi ucapan Ali Mochtar Ngabalin kepada peserta Aksi 1310 yang didominasi alumni 212. Di mana tak jarang para demonstran menuntut agar presiden segera mundur.

“Berteriak-teriak meminta presiden mundur, sampah namanya itu. Itu yang Abang bilang sampah. Belum lagi para perusuh," ucap Ngabalin kepada wartawan.

"Itu namanya sampah demokrasi. Tujuan apa (yang) mereka maksud? Berteriak atas nama UU Cipta Kerja, tapi ujung-ujungnya berteriak Presiden mundur. Lu siapa? Mulut-mulut sampah, mulut-mulut comberan. Lu siapa sih? Emang kau siapa, organisasi apa kau? Mau sok-sok minta Presiden mundur,” tambah Ngabalin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya