Berita

Warga Iran mengenakan masker/Net

Dunia

Kasus Kematian Covid-19 Meninggi, Iran Pun Menutup Perjalanan

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran akan melakukan pembatasan perjalanan sementara di lima kota besar termasuk Teheran. Kebijakan itu dikeluarkan saat kasus Covid-19 di negara itu mencapai rekor tertinggi sejak pandemik melanda.

Selain pembatasan perjalanan di ibu kota, pembatasan juga diberlakukan di luar kota, untuk perjalanan dari dan ke Karaj, Mashhad, Isfahan dan Urmia, seperti yang disampaikan Kianoush Jahanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan melalui televisi pemerintah.

Larangan perjalanan bertujuan untuk mengurangi risiko menjelang hari raya keagamaan pada hari Sabtu, kata Jahanpour.


Peraturan ini akan berlaku mulai Kamis sampai Minggu siang dan hanya untuk kendaraan pribadi, sementara untuk kendaraan umum lainnya bisa beroperasi seperti biasa. Namun, menurut Jahanpour, tindakan tersebut dapat diperpanjang setelah Minggu dan diperpanjang ke kota-kota lain.

"Sebagian besar penduduk tidak bertanggung jawab," kata Jahanpour, seperti dikutip dari Iran Daily, Rabu (14/10).

Seorang pensiunan pegawai di Teheran bernama Pakzamir mengatakan; "Pihak berwenang menyalahkan orang-orang, tetapi itu tidak benar."

Menurutnya, kenaikan biaya dalam perekonomian yang bermasalah memaksa orang untuk menggunakan kereta bawah tanah dan transportasi umum, dan itu menyebarkan penyakit.

"Alasan utama meningkatnya (kasus) virus corona adalah kurangnya perencanaan pemerintah dan tidak menegakkan pembatasan dengan benar," kata warga lainnya, seorang guru, Fariba Ghasemi.

Kematian dan infeksi dari virus tersebut telah meningkat tajam di Iran sejak awal September. Kematian akibat Covid-19 bertambah 279 pada hari Rabu dan ada 4.830 kasus baru dalam satu hari. Itu adalah angka tertinggi dalam satu hari sejak republik Islam itu melaporkan kasus pertamanya pada bulan Februari.

Virus corona baru telah menewaskan total 29.349 orang dari 513.219 kasus di negara Timur Tengah yang paling parah terkena pandemi.

Jumlah tersebut kemungkinan akan lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi, menurut Wakil Menteri Kesehatan, Iraj Harirchi.

Otoritas Teheran pada 3 Oktober menutup sebagian besar ruang publik dan membatalkan pertemuan selama seminggu, sebuah langkah yang diperpanjang hingga Rabu. Iran juga mulai memberlakukan denda untuk pertama kalinya karena pelanggaran aturan kesehatan di ibu kota.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya