Berita

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief Ajak Pemerintah Kembali Fokus Pandemi Dan Resesi

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Konsentrasi pemerintah seolah terpecah dalam beberapa pekan terakhir. Penanganan dampak sebaran virus corona seolah tidak lagi menjadi prioritas lantaran ada kegaduhan politik.

Kegaduhan itu berkaitan dengan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja pada 5 Oktober lalu oleh DPR yang kemudian disusul gelombang aksi di beberapa kota.

Aksi yang berlangsung anarki dan terjadi perusakan hingga pembakaran fasilitas umum membuat sejumlah aktivis ditahan. Sehingga ruang publik justru lebih banyak membahas mengenai masalah omnibus law dan penangkapan aktivis.


Atas dasar itu, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief mengajak semua pihak untuk kembali konsentrasi pada pandemi.

“Omnibus law batalkan, yang ditangkap dibebaskan, konsentrasi pada pandemi dan resesi,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (15/10).

Andi Arief menjelaskan bahwa masalah pokok dalam beberapa bulan di tahun 2020 ini adalah pandemi dan resesi. Indonesia harus mampu melewati keduanya.

Untuk bisa selamat, semua harus bersatu mengatasi masalah pokok bangsa tersebut.

“Inti masalah pokok beberapa bulan ini pandemi dan resesi yang butuh dukungan luas rakyat,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya