Berita

Ketua Umum PP Bamusi, Hamka Haq/Net

Politik

Ketum Bamusi: Tempuhlah Jalur MK, Jangan Melanjutkan Kerusakan

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menghargai gelombang unjuk rasa yang tertib, aman, dan damai dalam menolak UU Cipta Kerja yang disahkan DPR pekan kemarin.

Ketua Umum PP Bamusi, Hamka Haq menilai penyampaian aspirasi masyarakat sesuai dengan demokrasi yang sehat di negara ini memang perlu dihormati.

“Namun terhadap para demonstran yang disusupi oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab, berujung pada kerusuhan dan anarkis, maka kami memohon kepada aparat kamanan menindak tegas dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/10).


Bamusi, yang merupakan organisasi sayap PDIP, memahami bahwa tujuan para buruh, pekerja, dan mahasiswa melakukan unjuk rasa adalah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Khususnya demi kemaslahatan bangsa.

Hanya saja, kata Hamka Haq, perjuangan untuk kemaslahatan bangsa harus juga dilakukan dengan jalan-jalan kemaslahatan. Bukan dengan jalan merusak penuh mafsadah dan mudharat.

Hal itu sesuai dengan kaedah fikih yang menyatakan bahwa menghindari kerusakan lebih utama dikedepankan daripada meraih kemaslahatan.

Oleh karena itu, Bamusi mengimbau kepada mereka yang masih akan melanjutkan demonstrasi berjilid-jilid untuk menghentikan kegiatan tersebut.

“Sebaiknya menempuh jalur hukum yang disediakan oleh negara, yakni melalui Judicial Review melalui Mahkamah Konstitusi dan jangan lagi melanjutkan kerusakan,” tegasnya.

Kepada pemerintah, Bamusi meminta agar segera membuat peraturan-peraturan sebagai turunan UU Ciptaker. Pembuatan aturan turunan ini harus melibatkan masyarakat luas, khususnya kaum buruh, sehingga lahir peraturan yang menjadmin kemajuan ekonomi bangsa tanpa melupakan kesejahteraan kaum buruh.

“Kami mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak mudah terpancing dengan isu atau berita apapun yang tidak jelas yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, perlu konfirmasi, perlu check and recheck,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya