Mahasiswa India di Yerevan, Pro-Armenia/Net
Beberapa saat setelah pertempuran pecah di Nagorno-Karabakh, mahasiswa di Universitas Kedokteran Armenia pergi ke Alun-Alun Republik Yerevan membagikan makanan dan air untuk para tentara di garis depan.
Sejak pertempuran pecah pada 27 September antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, orang-orang di India memberikan dukungannya kepada Armenia, baik secara online maupun secara langsung di lapangan, seperti yang dilakukan oleh mahasiwa kedokteran itu.
Institut Kebijakan Strategis Australia, sebuah wadah pemikir non-partisan mencermati akun media sosial India yang banyak menggunakan tagar #IndiasupportArmenia dan #indianswitharmenia.
Di sisi berlawanan, ada Turki dan Pakistan yang mendukung untuk Azerbaijan dalam konflik yang berlangsung selama tiga dekade itu. Mereka juga memiliki tagar sendiri, seperti dikutip dari
Indian Ekspress, Sabtu (10/10).
Achal Malhotra, Duta Besar India untuk Armenia dan Georgia (2009 dan 2012) mengatakan tentu tidak mengejutkan jika India mendukung Armenia. Keduanya memiliki hubungan historis. Kehadiran awal orang Armenia di India dapat ditelusuri hingga akhir abad ke-8 dan selama bertahun-tahun Kolkata telah menjadi rumah bagi komunitas India-Armenia di negara tersebut.
“Kami telah mencoba membangun hubungan Indo-Armenia selama bertahun-tahun. Sekarang, karena Erdoğan, kami dapat lebih dalam melakukannya,†kata Karen Mkrtchyan, anggota Bright Armenia, sebuah partai politik yang didirikan pada 2015.
Dia menunjuk pada dukungan Turki terhadap Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh dan hubungannya yang buruk secara historis dengan Armenia, terutama karena kurangnya pengakuan Ankara atas Genosida Armenia.
“Sikap anti-India yang dimiliki Erdoğan tentang Kashmir telah membuat orang fokus pada sejarah negatif sebelumnya. Jadi ini telah membuat orang-orang datang untuk mendukung Armenia, yang mungkin baru saja mengetahui tentang negaranya,†jelas Mkrtchyan tentang orang-orang India yang berkumpul di belakang Armenia, tidak hanya di media sosial, tetapi juga di lapangan.
Sanjay Yadav yang berusia 21 tahun, salah satu mahasiswa Kedokteran Armenia di St. Tereza itu bersama teman-temannya dengan tegas mendukung Armenia.
“Armenia adalah rumah kedua kami. Kami hidup dengan baik di sini dan kami memiliki teman baik. Kami memiliki hubungan baik dengan orang-orang Armenia,†katanya seraya menambahkan apa yang mereka lakukan adalah sebagai isyarat kemanusiaan.
Ketika orang-orang yang mengungsi dari Karabakh mulai berdatangan ke Yerevan, Yadav dan teman-temannya turun tangan untuk membantu menyediakan makanan, seperti yang juga dilakukan komunitas India lainnya.
“Mereka tunawisma; rumah mereka telah dihancurkan di sana. Semua orang India seperti ini. Di mana pun kami berada, kami membantu orang yang membutuhkan,†katanya. "Kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk mereka."
Meskipun tidak ada angka resmi yang tersedia diperkirakan ada sekitar 100-an keluarga India yang tinggal di Ibu Kota Yerevan. Parvez Ali Khan, pemiliki Restoran dan Bar Indian di ibu kota, menyediakan paket makanan yang dimasak untuk para pengungsi.
Sekitar empat ribu mahasiswa India sedang belajar kedokteran di universitas-universitas di seluruh Armenia, meskipun banyak yang telah pergi ketika pemerintah India memulai operasi penerbangan Vande Bharat untuk membantu warga negara di luar negeri kembali ke rumah selama pandemi virus corona.
Sentimen pro-Armenia kuat di antara orang India yang tinggal di negara itu.
"Jika Anda tinggal di suatu negara untuk waktu yang lama, Anda menjadi bagian darinya," jelas Pragnesh Shah, pengusaha berlian di ibu kota yang berdarah India. "Orang India yang tinggal di sini merasa mereka adalah bagian dari Armenia."
“Orang Armenia adalah orang yang sangat damai dan mereka bisa mati untuk negara mereka. Orang India hanya memikirkan tanah air mereka pada 26 Januari ( Hari Republik ) dan 15 Agustus (Hari Kemerdekaan), tapi mereka memikirkan tanah air mereka sepanjang waktu,†katanya.