Berita

Wasekjen DPP PPP, Achmad Baidowi/Net

Politik

Kecam Penusukan Syekh Ali Jaber, Politikus PPP: Jangan Terprovokasi

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 12:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kecaman keras bermunculan atas insiden penusukan terhadap dai kondang Syekh Ali Jaber oleh orang tak dikenal di Masjid Falahudin, Kota Bandarlampung, Minggu kemarin (13/9).

Namun begitu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengimbau masyarakat tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada proses hukum yang berlaku.

Demikian disampaikan Wasekjen DPP PPP, Achmad Baidowi, dalam keterangannya yang diterima Redaksi, Senin (14/9).


"Mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan kepada ulama dan tokoh agama dengan dalih apa pun," tegas Awiek, saapan akrab Achmad Baidowi.

Awiek pun mengimbau kepada semua masyarakat untuk menjaga situasi dan tidak terprovokasi, yang justru bisa memecah belah kebersamaan dan persatuan bangsa.

Ditambahkan Awiek, pihaknya juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian Bandarlampung yang telah sigap memproses hukum pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Karena itu, ia berharap polisi bisa profesional menuntaskan kasus ini.

"Mengapresiasi langkah cepat polisi yang menetapkan tersangka pelaku penusukan dan meminta penanganan kasus ini berjalan secara profesional," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya