Berita

Negosiasi Perdamaian Afganistan di Doha, Qatar pada Sabtu, 12 September 2020/net

Dunia

Demi Capai Perdamaian, Pemerintah Afganistan Dan Taliban Bentuk Working Group

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 11:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Afganistan dan Taliban telah membentuk working group atau kelompok kerja untuk memajukan dialog perdamaian.

Berbicara untuk pertama kali secara langsung di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9), baik Kabul maupun Taliban telah berkomitmen untuk mengakhiri pertempuran selama hampir dua dekade terakhir mewarnai Afganistan.

Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afganistan, Abdullah Abdullah dalam konferensi pers mengatakan, kedua pihak harus terus mengurangi kekerasan secara signifikan yang diikuti dengan gencatan senjata sementara hingga permanen.


"Ini akan menjadi salah perhitungan untuk berpikir bahwa menyebabkan lebih banyak korban akan membuat orang lebih berharap tentang perdamaian. Menambah korban jiwa bukan solusi," paparnya.

Sebagai tindak lanjut, Kabul dan Taliban pada Minggu (13/9) membentuk kelompok kerja.

Negosiator utama pemerintah Afganistan, Mohammad Massoum Stanikzai, mengatakan kedua belah pihak telah mencapai beberapa kesepakatan utama untuk beralih ke penetapan agenda dan prinsip-prinsip negosiasi mendalam.

Sementara itu, jurubicara Taliban, Mohammad Naeem mengatakan Wakil Ketua Mullah Baradar dan ketua negosiator Mawlawi Abdul Hakeem Haqqani akan bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk membahas proses perdamaian.

“Sejauh ini contact group belum bertemu. Saat kedua kelompok duduk bersama, mereka akan membuka jalan bagi pertemuan tim negosiasi,”ujarnya dalam rangkaian cuitan.

Perdamaian Afganistan dianggap sebagai faktor penting dalam stabilitas keamanan di kawasan. Keduanya menggelar dialog intra-Afgan sebagai hasil dari kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Taliban pada Februari.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo yang hadir pada pertemuan di Dohan mengatakan, dukungan Washington terhadap Kabul di masa depan akan bergantung pada perilaku Afganistan.

“Jadi saya tidak bisa cukup mendesak Anda: Raih kesempatan ini. Lindungi proses ini. Saling menghormati. Sabar," ujarnya.

Sementara itu, utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad saat ini, Senin (14/9), telah tiba di Islamabad untuk membahas perdamaian Afganistan dengan para pejabat Pakistan.

Selama ini, Pakistan merupakan salah satu aktor yang berperan penting dalam proses perdamaian Afganistan.

Pada Juli 2015, Pakistan memfasilitasi putaran pembicaraan langsung antara pemerintah Afganistan dan Taliban. Proses tersebut terhenti setelah Taliban mengumumkan kematian pemimpin mereka, Mullah Omar yang memicu perebutan kekuasaan internal.

Setelah itu, pada Desember 2018, Pakistan juga mengatur pembicaraan langsung antara AS dan Taliban yang hingga akhirnya membuka jalan dialog intra-Afgan di Doha.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya