Berita

Tokoh Minangkabau, Hasril Chaniago/Rep

Nusantara

Hasril Chaniago: Saya Ingin Mengatakan Kurang Pancasilais Apa Minangkabau

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 19:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tokoh Minangkabau, Hasril Chaniago bukan dalam rangka mendeskritkan anggota DPR dari PDIP, Arteria Dahlan yang memiliki kerabat dekat dengan tokoh PKI asala Sumatera Barat, Bachtaruddin.

Yang mau dia jelaskan adalah adat Minangkabau saling merangkul satu sama lain, meski berbeda-beda tetap menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

Terlebih di wilayah Danau Maninjau, tempat kelahiran nenek moyang Arteria Dahlan, di sana dilahirkan banyak tokoh bangsa salah satunya HR Rasuna Said, Muhammad Nasir, Buya Hamka, bahkan tokoh PKI Bachtaruddin.


Hasril mencoba untuk menjelaskan bagaimana Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu lahir dari ranah Minangkabau. Sehingga, pernyataan offside politisi utama, Puan Maharani tidak bisa diterima lantaran menganggap masyarakat Minang kurang pancasilais.

"Saya jelaskan ke Hersubeno Arief bahwa di Minangkabau itu jangankan berbeda pendapat, berbeda partai saja tidak ada masalah. Mau partai kiri, partai kanan. Ingat kita, salah satu tulisan Minang Sutan Sjarir, orang Minang itu cirinya mulai dari eksrim paling kiri sampai ekstrem paling kanan, itu ada semua," tegas Hasril dalam acara diskusi virtual 'Ngobrol Dengan Hasril Chaniago', Jumat (11/9).

Sebagai orang Minang, kata Hasril, yang menganut budaya timur banyak seniman ternama Indonesia yang lahir dari tanah Minangkabau seperti Sutan Sjahrir, Chairil Anwar, dan Taufik Ismail.

"Profilnya itu dari kiri ke kanan ada semua itu, jadi dalam konteks itu bagi orang Minang tak ada masalah itu," ucap tokoh pers asal Sumatera Barat ini.

Lantas dia menceritakan perihal wilayah Danau Maninjau yang memegang teguh Pancasila lantaran banyak melahirkan tokoh bangsa. Terlebih adanya tokoh PKI yakni Bachtaruddin yang merupakan saudara tiri dari Rasuna Said dirangkul dengan baik di sana.

"Lalu saya jelaskan dari satu desa Basura Nagari, keliling Danau Maninjao itu lahir tokoh-tokoh bermacam-macam ada di situ Masyumi, Muhammad Nasir, Buya Hamka, Rasuna Said, tapi di situ juga lahir tokoh PNI, namanya Sabilah Rasyad, dia anggota PNI, menteri perburuhan dalam kabinet, tapi juga ada pendiri PKI dari situ," jelasnya.

Dia mengatakan sebelum berangkat menjadi pembicara di ILC, telah melakukan riset, penelitian, dan membaca sejumlah buku baik dari paham kiri maupun kanan. Hal itu dilakukan sebagai rujukannya untuk menyampaikan suatu topik.

"Saya melakukan riset penelitian tidak sekadar mengeluarkan statemen, semuanya saya baca bukunya dari Audrey Kehin Dari Pemberontakan ke Integrasi Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1928," tegasnya menyudahi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya