Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Minta Penyelidik Kasus Korupsinya Diselidiki, Gantz: Bahaya Bagi Demokrasi Israel

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 10:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah penanganan pandemi Covid-19, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya fokus pada kasus korupsi yang menjeratnya.

Rabu (9/9), Netanyahu menyerukan dilakukannya penyelidikan terhadap para penyelidik yang mengujukan tuduhan korupsi terhadapnya.

Seruan tersebut disampaikan Netanyahu dan partainya, Partai Likud, serta sekutunya. Di mana sebelumnya, Channel 12 melaporkan, polisi dan jaksa penuntut telah gagal mengungkap dugaan konflik kepentingan oleh seorang penyelidik kasus korupsi terhadapnya.


"Jelas bahwa polisi dan penuntut membuat keputusan politik yang bertentangan dengan keadilan dan hukum untuk menjatuhkan perdana menteri sayap kanan," ujar Netanyahu pada awal pertemuan Partai Likud pada Rabu malam.

"Perilaku ini harus diselidiki," tegasnya seperti dikutip Reuters.

Selama ini, Netanyahu yang didakwa dengan tiga tuduhan kasus korupsi menuding polisi dan jaksa melakukan bias terhadapnya. Netanyahu diadili karena penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Namun ia menyangkal melakukan kesalahan.

Pengadilan kasus korupsi Netanyahu dimulai pada Mei dan akan dilanjutkan kembali pada Januari 2021.

Sejauh ini, pihak Kantor Kejaksaan Israel menolak untuk mengomentari seruan Netanyahu.

Namun dalam suatu pernyataan, Kementerian Kehakiman Israel mengatakan, penyelidik yang dirujuk dalam laporan Channel 12 tidak terlibat dalam kasus konflik kepentingan.

Jaksa Agung Avichai Mandelblit menyebut klaim ketidakwajaran peradilan sebagai kebohongan tak berdasar yang sepenuhnya dimaksudkan untuk mendelegitimasi sistem peradilan dan keputusannya terkait perdana menteri.

Para kritikus sendiri menganggap seruan Netanyahu dilakukan untuk pengalihan isu karena buruknya penanganan pandemi Covid-19. Mantan rival Netanyahu, Gantz juga mengkritik seruan Netanyahu.

"Serangan tajam oleh pemerintah terhadap sistem penegakan hukum berbahaya bagi demokrasi Israel," tekannya.

Di tengah pandemi, Netanyahu dan Gantz kerap berselisih mengenai tanggapan virus corona hingga kebijakan fiskal.

Sejauh ini, Israel sudah melaporkan lebih dari 139 ribu kasus Covid-19 dengan 1.048 kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya