Berita

ASEAN Ministerial Meeting (AMM) yang digelar secara virtual pada Rabu, 9 September 2020/Net

Dunia

Pertemuan Menlu ASEAN Dimulai, Pengamat: Tak Akan Ada Kemajuan Signifikan Untuk Laut China Selatan

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

ASEAN Ministerial Meeting (AMM) atau Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-53 mulai digelar secara virtual pada Rabu (9/9).

Vietnam sebagai Ketua ASEAN untuk periode 2020 akan memimpin pertemuan yang berlangsung dari 9 hingga 12 September tersebut. Di mana akan ada 20 pertemuan di sana,

Menlu Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo dan Menlu China, Wang Yi juga dijadwalkan untuk bergabung.


Melansir CNA, menurut para pengamat politik AMM kali ini tampaknya akan menjadi pertarungan antara AS dan China di Laut China Selatan. Terlebih, beberapa waktu terakhir, China meluncurkan rudal balistik di wilayah tersebut yang meningkatkan ketegangan.

"Partai Komunis China terlibat dalam pola yang jelas dan intensif untuk menindas tetangganya," ujar Pompeo sebelum pertemuan berlangsung.

Selama ini, Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya diklaim oleh Beijing tetapi juga diperebutkan oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

"Persaingan kekuasaan antara AS dan China kemungkinan akan mencuri perhatian," ujar seorang diplomat senior Asia Tenggara kepada AFP.

"Amerika Serikat dan China kemungkinan akan menggunakan pertemuan itu sebagai platform untuk saling melempar segalanya," katanya.

"Negara-negara kecil akan mengatakan kalimat biasa dan kemudian berlindung saat Washington dan Beijing bertempur," tambahnya.

Meski begitu, ahli politik Asia Tengara di National War College Washington, Zachary Abuza memproyeksikan, tidak akan ada banyak kemajuan terkait pembicaraan di Laut China Selatan.

Pasalnya, pandemi Covid-19 tampaknya akan menjadi perlindungan bagi China. Mengingat selama ini China telah memberikan banyak bantuan dan janji-janji vaksin kepada negara-negara ASEAN.

"China telah secara efektif menggunakan bantuan Covid-19 dan janji-janji vaksin dan uji coba di Filipina dan Indonesia untuk benar-benar mencoba menghentikan momentum diplomatik menuju diskusi Laut China Selatan," jelasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya