Berita

Militer Uni Emirat Arab/Net

Dunia

Yaman: UEA Sudah Mulai Membangun Pangkalan Militer Di Pulau Socotra

SELASA, 08 SEPTEMBER 2020 | 15:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para politisi Yaman mengklaim Uni Emirat Arab (UEA) telah mulai membangun dua kamp militer di Pulau Socotra.

Hal tersebut membuat para anggota parlemen dari Kongregasi Reformasi Yaman yang dikenal sebagai Al-Islah, serta beberapa anggota parlemen independen, mengirim surat kepada Perdana Menteri Maeen Abdulmalik Saeed.

Dalam surat tersebut, para legislator meminta pemerintah untuk berhati-hati karena UEA tengah membangun pangkalan militer di pulau strategis itu, melansir Anadolu Agency.


Bahkan, di dalam surat tersebut juga disebutkan, beberapa perwira militer UEA telah melakukan perjalanan ke Pulau Socotra tanpa paspor atau visa. Mereka juga telah membangun delapan menara pemancar di sana.

Hal yang sama juga diungkap oleh South Front pada Jumat (4/9). Situs web yang fokus pada penelitian militer dan strategis tersebut melaporkan ada kedatangan delegasi UEA-Israel ke pulau yang terletak di Samudra Hindia itu.

Situs web tersebut mengatakan UEA dan Israel bermaksud untuk membangun fasilitas militer dan intelijen di Socotra.

Socotra merupakan pulau yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab yang strategis. Itu adalah rute pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Laut Arab.

Pada Juni, pasukan yang berafiliasi dengan Dewan Transisi Selatan (STC) memisahkan diri mengambil alih provinsi Socotra dalam sebuah tindakan yang digambarkan oleh pemerintah Yaman pada saat itu sebagai kudeta melawan legitimasi.

Pemerintah Yaman menuduh UEA mendukung STC untuk melayani kepentingannya sendiri di Yaman. Namun tudingan tersebut dibantah oleh Abu Dhabi.

Yaman sendiri telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sana'a.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya