Berita

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net

Dunia

Pasca-Brexit: Jika Tak Ada Kesepakatan Dagang Dengan Uni Eropa, Inggris Akan Move On

SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 09:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menuju batas akhir negosiasi, Inggris masih belum mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa pasca-Brexit yang telah disetujui pada awal 2020.

Alhasil, Perdana Menteri Boris Johnson mengambil langkah keras. Johnson hanya memberikan waktu 38 hari kepada Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan Inggris.

Artinya, jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi hingga 15 Oktober, Inggris akan menerima "no-Deal Brexit" atau tanpa kesepakatan.


Dalam transkrip yang dirilis oleh Downing Street, jika tidak ada kesepakatan, maka Inggris akan menerimanya dan move on.

"Kami tidak bisa dan tidak akan bekompromi pada dasar-dasar tentang apa artinya menjadi negara merdeka untuk mendapatkannya," ujar Johnson seperti dikutip Sputnik, Senin (7/9).

"Pintu kami tidak akan pernah ditutup dan kami akan berdagang sebagai teman dan mitra, tetapi tanpa perjanjian perdagangan bebas," tambahnya.

Walaupun begitu, Johnson menekankan, perjanjian perdagangan bebas standar tetap menjadi preferensi London dan ia akan senang jika Uni Eropa siap untuk memikirkan kembali posisi mereka saat ini dan sepakat.

Sebelumnya, Minggu (6/9), negosiator Brexit, David Frost mengaku tidak takut dengan hasil tanpa kesepakatan dan siap jika memang itu terjadi.

"Jika kita bisa mencapai kesepakatan yang mengatur perdagangan seperti Kanada, bagus. Jika kita tidak bisa, itu akan menjadi kesepakatan perdagangan seperti Australia dan kita sepenuhnya siap untuk itu," ujarnya.

Artinya, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, maka perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa akan dilakukan berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Sejauh ini, London sudah mencapai fase akhir negosiasi dengan Brussels. Namun, pemerintah Inggris sedang merencanakan RUU pasar internal yang berpotensi membahayakan negosiasi di Brussel.

Pasalnya, Financial Times melaporkan, UU baru diatur untuk menghilangkan kekuatan hukum dari bagian-bagian perjanjian penarikan, termasuk bea cukai Irlandia Utara.

Sementara itu, Inggris dan Uni Eropa akan melakukan putaran kedelapan negosiasi yang dimulai di London pada Senin. Transisi Brexit sendiri akan berakhir pada 31  Desember 2020.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya