Berita

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat meninjau lokasi taman mangrove, Kampung Nipah, Sei Naga Lawan, Serdang Bedagai/RMOLSumut

Nusantara

Kaya Akan Manfaat, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Lestarikan Hutan Mangrove

SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 02:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mangrove atau bakau memiliki banyak manfaat. Mulai dari manfaat ekologis maupun ekonomis. Untuk itu masyarakat diharapkan senantiasa menjaga kelestarian mangrove.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat meninjau lokasi taman mangrove, Kampung Nipah, Sei Naga Lawan, Serdang Bedagai, Sabtu (5/9).

Menurut Musa, masyarakat saat ini sudah memiliki kepedulian terhadap mangrove. Banyak kelompok masyarakat yang menanam mangrove.


“Kesadaran masyarakat sudah mulai beberapa tahun lalu. Bahwa pentingnya menjaga hutan, pentingnya menjaga alam khususnya di pesisir pantai, manfaatnya bukan hanya melihat tumbuhannya tapi ekosistem lain akan terbangun,” ujar Musa dilansir dari Kantor Berita RMOLSumut.

Kata dia, tanaman mangrove dapat menahan abrasi tanah. Selain itu jika dikembangkan dengan baik, hutan mangrove dapat menjadi objek wisata alam maupun edukasi.

“Mudah-mudahan ini kalau dikembangkan terus menjadi objek wisata, baik wisata alam maupun wisata edukasi untuk masyarakat dan anak-anak kita tentang bagaimana manfaat pohon pohon yang harus kita jaga,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Kehutanan akan terus bergerak melestarikan kawasan hutan mangrove, sehingga bermanfaat besar bagi masyarakat maupun daerah. Pemprov Sumut juga menggandeng kelompok masyarakat dalam pelestarian mangrove.

“Seperti ini adalah memang wilayah hutan mangrove, bekerja sama dengan kelompok masyarakat menjadi hutan kemitraan dengan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa jadi satu hal yang baik dan bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Mudah-mudahan juga bisa meningkatkan PAD baik kabupaten dan provinsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut Heriyanto mengungkapkan ada 65 ribu hektare luas hutan mangrove di Sumut dalam kondisi baik, serta sudah diberikan izin seperti hutan wisata Mangrove di Kampung Nipah.

“Lokasi di sini sudah mendapatkan izin hutan kemasyarakatan seluas 2 hektare. Lahan ini sudah diupayakan oleh masyarakat selama kurang lebih 10 tahun. Dan alhamdulilah, mereka dapat memberikan kehidupan bagi 40 kepala keluarga,” kata Heriyanto.

Sutarto, Ketua Kelompok Tani Kampung Nipah, menjelaskan, dirinya bersama kelompok tani lainnya sudah mengelola kawasan taman wisata mangrove sudah dari tahun 2004.

Bersama Kelompok Tani Kampung Nipah, dirinya tergerak karena keperdulian terhadap lingkungan terkhusus mangrove.

Sutarto dan komunitasnya juga membentuk Kelompok Muara Tanjung. Kelompok ini berhasil menyulap Kampung Nipah, Serdang Bedagai yang tandus menjadi lokasi ekowisata mangrove terpadu berbasis masyarakat pertama di Indonesia.

“Kita sudah mengelola kawasan ini pasca tsunami, di mana saat itu isu mangrove menjadi salah satu isu yang sangat dibicarakan di dunia. Terbukti bahwa mangrove itu dapat menyelamatkan kawasan pesisir," katanya.

"Saya mengajak masyarakat di sini untuk merehabilitasi mangrove karena dulunya ini adalah kawasan hutan yang kritis. Kita tanam bersama-sama dengan masyarakat nelayan yang ada di sini dan kelompok ibu-ibu nelayannya,” jelas Sutarto.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya