Berita

Gelombang laut karena badai/Net

Dunia

Topan Maysak Hantam Semenanjung, Dua Korea Nyalakan Peringatan

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 13:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea kembali mendapatkan peringatan badai topan. Kali ini Topan Maysak diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling kuat dalam beberapa tahun terakhir yang melanda kedua sisi semenanjung Korea.

Sebanyak lebih dari 300 penerbangan domestik dibatalkan, menyusul adanya peringatan Topan Maysak yang akan melanda Jeju dengan kecepatan hingga 162 km per jam pada Rabu (2/9).

Melansir AFP, Topan Maysay yang berarti Pohon Kamboja, akan mendarat di pantai selatan Busan pada Rabu malam, sebelum akhirnya naik ke sisi timur semenanjung hingga ke utara Laut Jepang.


Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun mengatakan badai itu diperkirakan memiliki kekuatan yang sama dengan Topan Maemi pada 2003, yang menyebabkan 131 orang tewas dan kerusakan lebih dari 4 triliun won.

Setelah itu, badai diperkirakan akan mendarat di dekat kota industri Chongjin, Korea Utara pada Kamis (3/9) dengan kekuatan yang lebih besar.

"Angin bisa menjadi lebih kuat pada Rabu malam dan hingga Kamis," ujar Badan Meteorologi Korea Selatan sembari memperkirakan akan adanya hujan lebat lebih dari 400 milimeter.

Di Korea Utara, dari laporan media lokal, pemerintah Pyongyang sudah memerintahkan pihak berwenang mengambil tindakan mendesak untuk meminimalisir kerusakan.

"Hujan deras dan angin kencang diperkirakan melanda berbagai wilayah di RRDK," kata kantor berita resmi KCNA, merujuk pada nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

"Para pejabat telah melakukan survei rinci ke tempat-tempat berbahaya dan memeriksa infrastruktur termasuk terowongan dan jalan kereta api," tambah laporan tersebut,

Topan Maysak merupakan badai kedua dalam sepekan terakhir yang menghantam semenanjung Korea. Di mana pada pekan lalu, Korea mendapatkan hantaman Topan Bavi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya