Berita

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan penasihat senior yang merangkap menantu Presiden Donald Trump Jared Kushner/Net

Dunia

Tanggapi Harga Yang Diminta Arab Untuk Normalisasi UEA-Israel, Mike Pompeo Dan Jared Kushner Akan Kunjungi Israel Dan Timur Tengah

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan Trump akan mengirim dua pejabat tinggi ke Timur Tengah minggu ini dalam upaya untuk memanfaatkan momentum dari perjanjian normalisasi UEA-Israel untuk menjalin hubungan diplomatik.

Tiga diplomat mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan penasihat senior yang merangkap menantu Presiden Donald Trump Jared Kushner berencana untuk melakukan kunjungan terpisah ke berbagai negara ke wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Spekulasi beredar dari tiga diplomat yang tidak ingin disebut namanya itu, bahwa kunjungan Kushner dan Pompeo adalah untuk ‘mendorong pemulihan hubungan Arab-Israel’ setelah UEA dan Israel menandatangani perjanjian damai untuk normalisasi hubungan, dan Arab meminta 'harga sesuai' untuk perjanjian damai itu.


Kushner akan mengunjungi Bahrain, Oman, Arab Saudi, Israel, dan Maroko, kata para diplomat.

Sementara Pompeo akan melakukan kunjungan terpisah ke Israel pada hari Minggu, serta mengunjungi Bahrain, Oman, Qatar, UEA, dan Sudan.

Para diplomat itu mengatakan bahwa "rencana perjalanan kedua utusan AS itu belum bisa dipastikan karena  belum diumumkan secara terbuka."

Para pejabat itu mungkin saja tidak memberi "pengumuman terobosan langsung". Sebaliknya, kunjungan tersebut bertujuan untuk "menyelesaikan setidaknya satu, dan berpotensi lebih, kesepakatan normalisasi dengan Israel dalam waktu dekat".

Pompeo juga berencana untuk bertemu di Qatar dengan anggota Talban untuk membahas pembicaraan damai intra-Afghanistan yang merupakan kunci penarikan pasukan AS yang tersisa di Afghanistan, kata para diplomat.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri tidak mengomentari perjalanan yang direncanakan itu, ketika pemerintah meningkatkan upaya untuk mendorong normalisasi Arab-Israel bahkan tanpa resolusi untuk konflik Israel-Palestina.

Mereka juga datang ketika pemerintah telah mengambil langkah kontroversial dengan memicu pemulihan semua sanksi internasional terhadap Iran, sesuatu yang hanya didukung oleh Israel dan negara-negara Teluk Arab secara publik.

Sebelumnya, Israel dan Uni Emirat Arab mengumumkan pada 13 Agustus bahwa mereka akan menjalin hubungan diplomatik penuh, dalam kesepakatan yang ditengahi AS yang mengharuskan Israel menghentikan rencana kontroversialnya untuk mencaplok tanah Tepi Barat yang diduduki yang dicari oleh Palestina.

Perjanjian bersejarah tersebut memberikan kemenangan kebijakan luar negeri utama bagi Trump saat ia mencari pemilihan kembali dan mencerminkan Timur Tengah yang berubah di mana kekhawatiran bersama tentang musuh bebuyutan Iran sebagian besar telah mengambil alih dukungan tradisional Arab untuk Palestina.

Pejabat AS dan Israel telah menyarankan bahwa lebih banyak negara Arab mungkin segera mengikuti jejak UEA, dengan Bahrain dan Oman diyakini paling dekat untuk menyegel kesepakatan tersebut.

Arab Saudi telah menetapkan harga untuk normalisasi hubungan UEA-Israel dengan menuntut Palestina berdaulat dan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya