Berita

Bagian luar Rumah Sakit Omsk tempat Navalny dirawat sebelum diterbangkan ke Jerman/Net

Dunia

Alexei Navalny Tiba Di Jerman Untuk Kelanjutan Perawatan Medis Setelah Diduga Diracun

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 16:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aktivis oposisi Rusia, Alexei Navalny, tiba di Berlin pada Sabtu pagi waktu setempat dengan pesawat yang berangkat dari Siberia setelah dokter Rusia mengatakan kondisinya cukup stabil untuk melakukan perjalanan.

Pria berusia 44 tahun itu merasa tidak enak badan pada Kamis pagi dalam perjalanannya ke Moskow dan telah dirawat di unit perawatan intensif kota Omsk.

"Perjuangan untuk hidup dan kesehatan Alexey baru saja dimulai, dan masih banyak yang harus dilalui," kata juru bicaranya, Kira Yarmysh. "Tapi sekarang setidaknya langkah pertama telah diambil".


Kolaborator terdekatnya curiga dia mungkin telah diracuni karena aktivitas politiknya, tetapi dokter di rumah sakit Omsk mengatakan mereka tidak menemukan racun dalam darahnya.

Dia dibawa ke Jerman oleh sebuah LSM bernama Cinema for Peace. Organisasi tersebut membawa tim dokter ke Siberia yang diizinkan untuk menemui Navalny sejenak pada Jumat (21/8).

Cinema for Peace, yang dikenal dengan aksinya membantu para pembela hak asasi manusia di Rusia, telah melakukan operasi serupa ketika melibatkan Piotr Verzilov, anggota kelompok kontroversial Rusia Pussy Riot, setelah diracuni pada 2018.

Perwakilan Navalny sebelumnya telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) untuk memungkinkan evakuasi medisnya.

Kira Yarmysh mengatakan bahwa larangan bepergian merupakan ancaman langsung bagi hidupnya dan diputuskan oleh Kremlin.

Jumat malam, pengadilan memerintahkan keluarga dan dokter pribadi Navalny diizinkan untuk mengunjunginya dan memastikan kondisi kesehatannya.

ECHR juga mendesak pemindahan ke Jerman dilakukan secepat mungkin dan mengatakan Rusia harus memastikan tidak menunda-nunda.

Dokter Navalny, Vasilyeva telah meminta dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan akses ke catatan medisnya dan membawanya ke rumah sakit di Moskow atau luar negeri.

Sebelumnya, Navalny sedang dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow pada Kamis pagi ketika pesawat harus melakukan pendaratan darurat karena kesehatannya tiba-tiba memburuk.

Kira Yarmysh menulis pada akun tweetnya, "Alexei telah diracuni, ia mabuk, dan sekarang dalam perawatan intensif."

Dia mengatakan kepada stasiun radio Echo Moskvy bahwa Navalny berkeringat dan memintanya untuk berbicara dengannya. ”Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan pingsan," kata Yarmysh.

Dia mengatakan kepada stasiun radio dia yakin dugaan keracunan itu ada hubungannya dengan kampanye pemilihan daerah tahun ini.

Ambulans membawa Alexey langsung ke perawatan intensif. Dua penumpang yang terbang bersamanya juga tinggal di Omsk. Setelah mengisi bahan bakar pesawat, kru melanjutkan penerbangan mereka ke Moskow."

Vyacheslav Gimadi, pengacara yayasan Navalny, mengatakan tim tersebut meminta Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan kriminal.

"Tidak ada keraguan bahwa Navalny diracuni karena sikap dan aktivitas politiknya," kata Gimadi dalam tweet pada hari Kamis.

Yarmysh mengatakan mereka curiga ada zat yang dicampur ke dalam tehnya karena hanya itu yang dia minum pagi itu. Dia menambahkan, "dokter mengatakan racun diserap lebih cepat melalui cairan panas."

Kantor berita negara Tass membenarkan bahwa Navalny dirawat di unit perawatan intensif departemen toksikologi di departemen darurat rumah sakit Omsk di Siberia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya