Berita

Ilustrasi

Publika

Menteri-Menteri Jokowi Tukar Cawan Emas Jadi Batok Kelapa

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 15:44 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PARA pembesar kolonial dulu menyebut Indonesia sebagai Netherlands Overseas atau Netherlands In The Tropics, karena mereka menguasai kekayaan alam Nusantara.

Kekayaan dapat dikuasai karena para penguasa pribuminya sycophant (penjilat).

Menjadi suksesor bagi Tanam Paksa, Preangerstelsel, Kerja Rodi, dan berbagai praktek ekonomi yang menindas.


Para sycophant ini mengandalkan kekuasaan pada asing yang mendikte. Umumnya karena secara finansial kerajaan-kerajaan di Nusantara memang miskin. Walaupun kekayaan alamnya berlimpah.

Sifat lainnya ialah gampang dipecah belah (devide et impera), seperti hari ini.

Seringkali perebutan tahta atau konflik suksesi di kerajaan didalangi oleh asing dengan bantuan finansial.

Pihak yang menang akan memberikan konsesi untuk melunasi “utang budi”.

Sikap ketergantungan dan tidak percaya diri ini diteruskan sampai hari ini oleh menteri-menteri perekonomian, seperti Sri Mulyani, yang “terobosannya” ternyata menimbun utang hingga sekitar enam ribu triliun lebih.

Itulah sebabnya Sukarno dulu  menyuarakan Berdikari dan Tri Sakti yang menganjurkan self confidence, kemandirian, tekun kepada ikhtiar sendiri, karena kita negeri yang kaya.

Tokoh nasional Rizal Ramli mengibaratkan Indonesia bagaikan cawan emas, karena kekayaan alamnya kalau didedikasikan untuk rakyat mampu menjadikan bangsa ini Berdikari.

Namun cawan emas yang merupakan simbol kekayaan negeri,  kini ditukar dengan batok kelapa, untuk mengemis-ngemis utang kepada asing.

Suatu siklus sejarah yang terulang lagi hari ini, sehingga Rizal Ramli pernah menyatakan perlunya meninjau ulang sejarah Indonesia (Revisiting Indonesian History), sebab-sebab apa yang mengakibatkan bangsa ini dijajah ratusan tahun, dan berlanjut sampai sekarang dalam bentuk kolonialisme baru.

Di Zaman Malaise yang oleh lidah melayu disebut Zaman Meleset batok kelapa memang populer sebagai atribut peminta-minta.

Karena kemiskinan merajalela dan orang lebih suka hidup di bui karena masih dapat makan dua kali sehari.

Mula-mula batok kelapa dipakai untuk meminta beras, karena beras tak ada maka diharap uang sebenggol.

Tragis ironis, negeri Rayuan Pulau Kelapa dan Nyiur Melambai yang bagaikan cawan emas ini kini menyisakan batok kelapa belaka.

Cawan emasnya digondol maling karena tuan rumah membiarkan maling masuk ke dalam rumah untuk menggasak sepuasnya.

Penulis adalah wartawan senior

* Netherlands Overseas/Netherlands In The Tropics = Negeri Belanda Di Seberang Lautan/Negeri Belanda Di Wilayah Tropis.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya