Berita

Para petani di kebun anggur Brun de Neuville, Prancis/Net

Dunia

Nyaris Tidak Ada Pesta, Petani Anggur Dan Pembuat Sampanye Prancis Pun Berduka

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 15:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pembuat anggur di wilayah Champagne Prancis minggu ini mengatakan bahwa mereka baru saja mengalami panen anggur yang besar. Suatu hal yang mestinya membahagiakan. Namun, mereka harus menelan pahit di balik panen mereka kali ini. Pandemik Covid-19 membuat permintaan anggur turun drastis yang berarti panen akan menjadi sia-sia.

Di kebun anggur Brun de Neuville, tim pemetik dengan topi bisbol bekerja di sepanjang barisan tanaman merambat itu mengumpulkan anggur dengan tangan-tangan handal mereka. Sebagian besar dari para pemetik adalah pekerja migran yang berasal dari Eropa Timur yang datang setiap musim panen.

Tahun ini semuanya berbeda. Penjualan turun tajam karena tidak ada lagi pesta-pesta dan pernikahan di mana biasanya anggur menjadi hal yang wajib. Seluruh dunia telah meniadakan acara keramaian karena kekhawatiran penyebaran virus.


"Kami membuat anggur untuk kebahagiaan. Saat orang bersedih karena harus betada dalam penguncian selama wabah ini, penjualan sampanye cenderung runtuh," kata Vincent Leglantier, petani anggur berusia 34 tahun di Bethon, sekitar 120 km (75 mil) timur dari Paris, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8).

Menanggapi kurangnya permintaan, produsen sampanye Prancis memutuskan bulan ini untuk membatasi jumlah anggur yang mereka kirim untuk diproses menjadi minuman anggur.

Mereka mengambil keputusan karena kelebihan minuman di gudang bawah tanah dan di rak-rak grosir akan menurunkan harga dan menodai aura kemewahan dan eksklusivitas yang telah dibangun industri ini selama bertahun-tahun.

“Bisa dibilang itu mungkin kesepakatan buruk terbaik yang bisa kami capai,” Damien Champy, kepala koperasi kebun anggur Brun de Neuville.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya