Berita

Alexei Navalny saat dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans/Net

Dunia

Rumah Sakit Siberia Tak Izinkan Alexei Navalny Yang Diduga Diracun Dipindahkan Ke Eropa, Ada Apa?

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 12:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dugaan bahwa oposisi Rusia, Alexei Navalny diracuni semakin kuat. Gerak gerik rumah sakit Siberia tempat Navalny dirawat pun menunjukkan sesuatu yang mencurigakan.

Rumah sakit yang terletak di Omsk tersebut dikabarkan tidak mengizinkan Navalny untuk dipindahkan ke fasilitas lain yang lebih lengkap, di mana ia bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Jurubicara Navalny, Kira Yarmysh pada Jumat (21/8) mengatakan, dokter yang merawat Navalny hingga saat ini belum memastikan diagnosis bahwa lelaki 44 tahun tersebut telah diracuni.


Mengutip kepala dokter, Yarmysh mengatakan, kondisi Navalny saat ini tidak stabil dan rumah sakit menganggap keinginan keluarga untuk memindahkannya ke fasilitas lain tidak bisa membenarkan tindakan tersebut.

"Larangan menyangkut Navalny dalam upaya hidupnya dilakukan sekarang oleh dokter dan otoritas penipu yang telah mengizinkannya," tulis Yarmysh dalam akun media sosialnya, seperti dikutip Reuters.

Selain itu, ia juga mengatakan, kunjungan kerabat untuk Navalny dibatasi.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan tawaran bantuan bagi Navalny untuk dirawat di Eropa.

Bahkan, Yarmysh mengatakan, sebuah helikopter ambulans Jerman lengkap dengan tim khusus untuk merawat pasien koma akan mendarat di Omsk sekitar pukul 06.00 GMT.

Penolakan dari rumah sakit memicu spekulasi Navalny diracuni semakin besar. Pasalnya, insiden ini juga terjadi di tengah mencuatnya protes dukungan terhadap unjuk rasa di Belarusia dan pemilihan umum daerah.

Navalny sendiri jatuh sakit setelah meminum teh di bandara Tomsk yang diyakini Yarmysh telah diracun, pada Kamis (20/8).

Ketika di pesawat, Navalny mengaku kesakitan hingga akhirnya pilot harus melakukan pendaratan darurat di Omsk dan Navalny dilarikan ke rumah sakit sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Saat ini, Yarmysh mengungkap, Navalny masih dalam kondisi koma dengan ventilator yang terpasang di tubuhnya.

Navalny merupakan pemimpin oposisi pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Ia dikenal sangat berani mengkritik penguasa Rusia tersebut hingga akhirnya keluar-masuk penjara.

Ia merupakan seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi. Ia juga pernah mengungkap korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat Rusia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya