Berita

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash/Net

Dunia

Bela Diri, Menlu UEA: Normalisasi Hubungan Dengan Israel Dilakukan Karena Palestina

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 10:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash membela diri dari serangkaian kritik terkait normalisasi hubungan dengan Israel. Ia mengatakan, normalisasi hubungan dengan Israel merupakan salah satu tanggung jawab Palestina.

Ia mengatakan, Palestina pada akhirnya bertanggung jawab atas negosiasi normalisasi hubungan UEA dan Israel. Lantaran penangguhan rencana aneksasi Tepi Barat menjadi salah satu prinsip utama perjanjian tersebut.

“UEA melihat peluang karena kami selalu didesak oleh Palestina untuk membantu menghentikan aneksasi. Dengan mengaitkan (kesepakatan) dengan penangguhan aneksasi, kami mendapatkan kesepakatan yang bagus," ujarnya.


“Kami berharap permintaan kami terkait kesepakatan dengan Israel bisa dipenuhi,” tambahnya saat berbicara dalam acara yang diselenggarakan oleh lembaga think-tank, Dewan Atlantik pada Kamis (20/8).

Melansir Arab News, Gargash mengatakan, nantinya kedutaan besar UEA di Israel akan berada di Tel Aviv dan bukan di Yerusalem.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan sebuah informasi yang cukup mengejutkan. Gargash mengatakan, selain UEA, beberapa negara Arab juga sedang dalam tahap melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Berbicara dalam acara yang diselenggarakan oleh lembaga  Gargash mengatakan, negara-negara Arab tersebut berada dalam tahapan yang berada terkait pembangunan hubungan dengan Israel.

"Kawasan memang membutuhkan terobosan strategis," ujarnya seperti dikutip Arab News, Kamis (19/8).

Komentar Gargash muncul satu pekan setelah UEA dan Israel menandatangani perjanjian normalisasi yang bersejarah. Menurutnya, tidak seperti Mesir dan Yordania, hubungannya dengan Israel akan menjadi perdamaian yang hangat.

"Ini akan menjadi perdamaian yang hangat karena, tidak seperti Yordania atau Mesir, kami tidak berperang dengan Israel," kata Gargash.

Sebelum melakukan normalisasi, kedua negara tersebut memang sempat berperang dengan Israel. Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan dengan Yordania pada 1994.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya