Berita

Presiden Lithuania Gitanas NausÄ—da/Net

Dunia

Tetangga Lukashenko Ingatkan Putin Agar Tidak Gunakan Cara Militer Untuk Redakan Situasi Di Belarus

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dukungan yang diberikan Rusia terhadap Belarusia membuat para pemimpin Uni Eropa serentak mengimbau Presiden Vladimir Putin untuk tidak menggunakan kekerasan di negara itu.

Salah satu yang mengingatkan agar Putin tidak bertindak gegabah adalah Presiden Lithuania Gitanas NausÄ—da. Dalam wawancaranya dengan media tivi lokal, ia menekankan perlu dilakukan mediasi terhadap Putin yang telah menjanjikan keamanan terhadap Aleksandr Lukashenko.

"[Para pemimpin Uni Eropa] memperkirakan bahwa ini bisa terjadi, jadi kami mengimbau Putin untuk tidak menggunakan kekuatan dan cara militer untuk menyelesaikan situasi di Belarusia," kata NausÄ—da, seperti dikutip dari LRT, Kamis (20/8).


Lukashenko sendiri menolak untuk berbicara dengan para pemimpin Eropa.
 
“Lukashenko belum siap untuk berbicara. Dia berkomunikasi terutama melalui media,” kata Nausėda, seraya berharap Putin bisa bertindak sebagai mediator dalam diskusi.

“Tidak ada anggota Dewan Eropa yang berbicara dengan Lukashenko baru-baru ini," lanjut Nauseda.

Para pemimpin Eropa telah berusaha untuk mengontak Lukashenko pasca kerusuhan meletus di Belarusia dari massa yang tidak puas atas kemenangan Lukashenko.

Pada hari Rabu (19/8), para pemimpin Uni Eropa mengatakan mereka tidak akan mengakui hasil pemilihan umum baru-baru ini di Belarus. Dewan Eropa juga berjanji untuk segera menjatuhkan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan dan kecurangan pemilu di Belarus.

"[Para pemimpin Eropa] dengan suara bulat menerima kesimpulan logis bahwa Lukashenko tidak dapat diakui sebagai pemenang pemilihan yang curang," kata Nauseda.

“Resolusi lain adalah menyerukan untuk diadakan pemilihan ulang, dimana para kandidat dapat dengan bebas berpartisipasi dan warga bisa memilih sesuai dengan hati nurani.”

Sebagai tetangga yang berbatasan dengan Belarus, Lithuania harus mengakui posisi geografis yang unik dari Belarus dan hubungannya yang erat dengan Rusia. Namun, mestinya Belarus tidak melulu melihat Barat.

“Para pemimpin yang dapat menemukan keseimbangan antara Timur dan Barat, dan yang melihat Belarusia sebagai jembatan, dapat memenangkan pemilihan jika ini yang diinginkan rakyat Belarusia," kata Nauseda. “Tapi tak seorang pun, termasuk Rusia dan UE, memiliki hak untuk memaksakan pemimpin pilihan mereka pada masyarakat Belarusia.”

Seiring dengan aksi yang semakin mengerikan, pada Rabu (19/8) Lukashenko memerintahkan Kementerian Dalam Negeri Belarusia untuk memadamkan protes di Minsk. Perbatasan juga diperketat mencegah masuknya ‘pejuang dan senjata’.

NausÄ—da memandang pergerakan ini sebagian dipengaruhi oleh Rusia dan dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari situasi internal di Belarusia.

“Saya melihat inkonsistensi dalam tindakan rezim. Dalam minggu pertama [setelah pemilu], mereka mendengarkan dengan cermat pesan kami tentang kemungkinan dialog dan de-eskalasi,” kata Nauseda. "Tapi mendadak situasinya berubah secara radikal setelah [Lukashenko] kontak dengan Putin."

“Mereka kemudian beralih ke retorika militer tentang dugaan pasukan NATO di dekat perbatasan Belarusia. Saya pikir mereka mencoba mengalihkan perhatian orang dari masalah sebenarnya di Belarusia ke dugaan ancaman eksternal,” komentar Nausėda.

Latihan militer Belarusia yang dilakukan baru-baru ini di dekat perbatasan Lituania hanyalah sebuah provokasi. Negara-negara tetangga seperti Lithuania dan Polandia, dipastikan tidak akan diam saja.

“Kami tidak akan menyerah pada provokasi ini. Begitu juga dengan Polandia!” tegas Nauseda.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya